Pilot dan Karyawan Kembali Ancam Mogok, Ini Kata Garuda Indonesia

Ade Miranti Karunia Sari · Kamis, 14 Juni 2018 - 13:31 WIB
Pilot dan Karyawan Kembali Ancam Mogok, Ini Kata Garuda Indonesia

ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengapresiasi komitmen Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) yang menunda mogok kerja saat musim Lebaran. Namun, perusahaan menyayangkan ancaman mogok kerja pada minggu kedua Juli 2018.

“Manajemen juga turut menyayangkan statement terkait keberlanjutan rencana mogok yang disampaikan Sekarga dan APG yang seharusnya penuh dengan semangat silaturahim dan saling memaafkan khususnya menjelang masyarakat Indonesia merayakan Hari Raya Idul Fitri,” kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Hengki Heriandono melalui keterangan tertulis, dikutip Kamis (14/6/2018).

BACA JUGA:

Pilot dan Karyawan Garuda Ancam Mogok Kerja di Minggu Kedua Juli 2018

Dia mengatakan, manajemen Garuda Indonesia telah berulang kali mengajak Sekarga dan APG untuk berkomunikasi dalam berbagai forum, baik formal maupun informal. Manajemen Garuda mendukung upaya satuan tugas (satgas) yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan.

“Manajemen sangat mendukung upaya Satgas dan mengimbau Sekarga dan APG untuk benar-benar mempercayai upaya Pemerintah khususnya Satgas yang telah dibentuk oleh Kemenko Maritim, serta memberikan kesempatan Satgas untuk dapat menyelesaikan upaya mediasi ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Hengki menambahkan, manajemen berharap aksi mogok kerja dihentikan dan seluruh Garuda Indonesia untuk tetap bekerja. Menurut dia, aksi mogok bukanlah solusi karena masih ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencari titik temu.

“Manajemen memastikan agar seluruh karyawan dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa penerbangan Garuda Indonesia,” ucapnya.

Melalui berbagai forum, manajemen terus berupaya untuk melakukan komunikasi kepada seluruh karyawan, termasuk penerbang, awak kabin, dan karyawan darat. Manajemen, kata Hengky, melakukan upaya maksimal agar pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan Garuda Indonesia tidak terganggu dan tetap memastikan kelancaran operasional penerbangan. 

Setelah memastikan menunda aksi mogok selama mudik Lebaran, Sekarga dan APG berencana melakukan mogok bulan depan.

“Kami menyatakan akan melakukan aksi mogok paling lambat pada minggu kedua bulan Juli tahun 2018, jika belum terdapat solusi dari pihak pemerintah,” kata Tomy Tampatty, Ketua Harian Sekarga melalui keterangan tertulis, Rabu (13/6/2018).

Keputusan ini diambil setelah serikat menilai para pilot dan karyawan tidak percaya dengan kepemimpinan Garuda saat ini yang dinakhodai oleh Direktur Utama Pahala Mansury. Tomy pun khawatir ketidakpercayaan ini akan berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan.

“Kami sangat menghormati langkah dari pemerintah di bawah Bapak Menko Kemaritiman yang membantu menyelesaikan permasalahan mismanagement di tubuh Garuda Indonesia,” katanya.

Untuk itu, kata Tomy, serikat pilot dan karyawan akan menanti keputusan yang akan diambil di bawah pimpinan Luhut Pandjaitan. Rencananya, keputusan pemerintah soal Garuda akan keluar pada minggu pertama Juli 2018. Jika tidak puas, Tomy mengatakan, mogok akan dilakukan.


Editor : Rahmat Fiansyah