Kelar Tepat Waktu, Presiden Puji Pengerjaan Jembatan Kali Kuto

Rahmat Fiansyah ยท Kamis, 14 Juni 2018 - 14:20 WIB
Kelar Tepat Waktu, Presiden Puji Pengerjaan Jembatan Kali Kuto

Jembatan Kali Kuto di ruas tol Semarang-Batang kini bisa dilalui pemudik. (Foto: Humas Kementerian PUPR)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BATANG, iNews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi sejumlah kontraktor yang mengebut penyelesaian Jembatan Kali Kuto yang berada di ruas Jalan Tol Batang-Semarang. Jembatan tersebut kini telah tersambung sehingga bisa dilalui oleh para pemudik.

“Kontraktor nasional PT Waskita Karya mengerjakannya siang dan malam, merakit batang-batang baja bercat merah ini di lokasi proyek,” kata Jokowi seperti dikutip dari laman Facebook-nya, Kamis (14/6/2018).

Presiden menyebut, Jembatan Kali Kuta langsung difungsikan setelah rampung pada Rabu (13/6/2018) sore. Dengan begitu, pemudik dengan tujuan Semarang, Solo, Surabaya, dan sekitarnya bisa langsung melaju tanpa harus keluar tol di Gringsing.

“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada PT Jasa Marga, PT Waskita Karya dan penyedia jasa lainnya yang telah bekerja keras, siang-malam, untuk memastikan jembatan Kali Kuto fungsional dua hari sebelum Lebaran,” kata dia.

Sebelumnya, arus mudik jalan tol Batang-Semarang harus dialihkan karena pembangunan Jembatan Kali Kuto belum rampung. Padahal, jembatan ini krusial menghubungkan Jalan Tol Batang-Semarang. Adapun pengalihan lalu lintas kendaraan akan diarahkan keluar Gringsing sejauh 500 meter untuk melintasi Kali Kuto dan masuk kembali ke tol menuju gerbang tol keluar di Krapyak, Semarang.

Pembangunan jembatan tersebut tergolong unik karena dilakukan perakitan langsung di lokasi. Dengan demikian, Jembatan Kali Kuto menjadi jembatan pelengkung baja pertama di Indonesia yang perakitannya tidak dilakukan di pabrik melainkan di lokasi pekerjaan.

Jembatan sepanjang 160 meter berjenis baja pelengkung ini mampu menahan beban hingga 16 ton. Namun, kendaraan harus berjalan maksimal 20 kilometer (km) per jam dan baru bisa menggunakan satu lajur saja. Lantai jembatan juga masih bersifat sementara, yakni menggunakan pelat baja. Nantinya kendaraan yang melintasi Tol Batang Semarang bisa lurus hingga keluar di Krapyak.


Editor : Rahmat Fiansyah