Masuk Pasar Fintech, Danain Bidik 15 Ribu Investor Hingga Akhir 2018

Rahmat Fiansyah ยท Selasa, 03 Juli 2018 - 22:38 WIB
Masuk Pasar Fintech, Danain Bidik 15 Ribu Investor Hingga Akhir 2018

ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id – Industri fintech (financial technology) di Indonesia semakin ramai, terutama yang bergerak di sektor peer to peer (P2P) lending. Salah satunya munculnya pemain baru di industri ini, Danain.

Unit bisnis Serba Mulia Group ini menjadi salah satu fintech yang terdaftar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, platform-nya juga terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hingga kuartal pertama 2018, baru 44 perusahaan fintech yang terdaftar di OJK.

CEO & Co-Founder Danain, Budiardjo Rustanto mengakui pasar fintech makin ramai. Untuk itu, dibutuhkan diferensiasi yang bisa membedakan Danain dengan perusahaan fintech lainnya.

“Jika P2P lending yang sudah lebih dulu hadir menawarkan pendanaan dengan tenor yang panjang dan tidak beragunan, maka Danain menjadi P2P lending beragunan pertama di Indonesia. Hal itu dapat membuat para investor merasa aman dengan investasinya,” kata dia melalui keterangan tertulis, Selasa (3/7/2018).  

Dalam menjalankan bisnisya, kata dia, Danain menggandeng mitra PT Mas Agung Sejahtera yang merupakan salah satu perusahaan pegadaian swasta terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 50 cabang. Lewat kemitraan tersebut, para peminjam dapat mengajukan pinjaman kepada mitra.

“Selanjutnya, mitra kami menyeleksi serta akan menalangi pinjaman sesuai dengan nilai yang diagunkan oleh peminjam. Saat ini, agunannya adalah emas perhiasan atau logam mulia yang harganya naik dan cenderung naik,” ujarnya.

Nantinya, data peminjam akan terkoneksi secara real time ke platform Danain untuk kemudian dapat diakses oleh pendana yang tertarik untuk memberikan pinjaman. Dana pinjaman dari investor yang tertarik tersebut akan ditransfer ke mitra pegadaian.

Sebagai pendatang baru, kata Budi, Danain akan menyasar para investor yang selama ini melakukan invetasi dengan cara menabung dan deposito.

“Melalui Danain, kami menawarkan mereka bunga yang lebih tinggi dibandingkan menabung dan deposito, yakni 8 persen dengan tingkat keamanan yang terjamin karena sifatnya beragunan dan tenor maksimal empat bulan,” ucapnya.

Selain itu, Danain juga membidik captive market yang notabene selama ini menjadi pelanggan dari Mas Agung Sejahtera. Profil peminjam yang selama ini bertransaksi di Mas Agung Sejahtera sekitar 80 persen merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan sisanya individu.

“Rata-rata pinjaman di kisaran Rp 2 juta hingga Rp 4 juta, dengan tingkat pengembalian 100 persen atau tidak ada kredit macet,” ucap Budi.

Tak hanya itu, Danain juga akan menggelar edukasi. Di antaranya,melakukan pendekatan Public Relations (PR) lewat media, menggelar aktivasi merek lewat berbagai pameran fintech, menyasar komunitas, serta membidik millennial dengan menyambangi kampus.

“Hingga April 2019, kami akan melakukan upaya edukasi sekaligus sosialisasi Danain sebanyak 12 kali di berbagai daerah, seperti di Jakarta, Malang, Surabaya, Bali, Makassar, dan Bandung,” ucapnya.

Melalui berbagai strategi itu, Danain mematok target 15 ribu investor hingga akhir tahun 2018. Ke depan, perusahaan ini  juga akan menggandeng sejumlah mitra,yang tidak hanya dari perusahaan pegadaian, tetapi juga dari perusahaan atau lembaga multifinance yang sehat dan sudah terdaftar di OJK.


Editor : Rahmat Fiansyah