Sore Ini, Kesepakatan Pembelian Saham Freeport Indonesia Diteken

Ade Miranti Karunia Sari ยท Kamis, 12 Juli 2018 - 15:00 WIB
Sore Ini, Kesepakatan Pembelian Saham Freeport Indonesia Diteken

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Rencana pemerintah yang ingin menguasai mayoritas saham PT Freeport Indonesia dalam waktu dekat segera teralisasi. Pasalnya, perjanjian pendahuluan (Head of Agreement/HoA) terkait pembelian saham perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini akan diteken sore nanti.

Kepastian mengenai HoA ini tertuang dalam undangan konferensi pers Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Berdasarkan informasi yang iNews.id terima, konferensi pers mengenai HoA tersebut akan berlangsung pukul 16.00 WIB hari ini di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan Jalan Dr Wahidin Raya Nomor 1 Jakarta Pusat.

"Akan diselenggarakan Konferensi Pers Penandatanganan Head of Agreement PT Freeport Indonesia," demikian bunyi undangan tersebut, Kamis (12/7/2018)

Dalam undangan tersebut, para menteri yang dijadwalkan hadir, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Joanan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.

PT Inalum (Persero) sebagai perusahaan pelat merah yang ditugaskan menguasai saham ini akan meneken perjanjian HoA bersama Freeport. Dengan begitu, pemerintah akan menjadi pemilik saham mayoritas sebesar 51 persen. Dari jumlah itu, Inalum akan menguasai 41 persen dan 10 persen untuk pemerintah daerah (Pemda) Papua dan Mimika.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno sebelumnya mengatakan, saat ini penyelesaian negosiasi divestasi saham masih menunggu finalisasi dokumen administrasi. Setelah dokumen tersebut ditandangani maka pemerintah akan mengumumkannya.

"Sekarang persiapan perjanjian. Ada di Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) siapkan apa, di Kementerian Keuangan siapkan apa, dan di Bu Menteri BUMN siapkan apa," ujarnya.

Adapun hasil valuasi dari divestasi saham Freeport diajukan sekitar 3-4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) sedangkan sebelumnya sekitar 3-5 miliar dolar AS. Namun angka pasti dari valuasi divestasi tersebut nantinya akan diumumkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Angkanya tidak akan lebih dari itu 4 miliar dolar AS. Antara 3 miliar sampai 4 miliar dolar AS. Pokoknya nanti diumumkan Presiden," ujarnya.


Editor : Ranto Rajagukguk