Menhub Minta Harga Avtur Turun 10 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu · Kamis, 12 Juli 2018 - 15:17 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta harga avtur diturunkan. Pasalnya, jika dibandingkan dengan negara lain, harga avtur di Indonesia lebih mahal 20 persen.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, jika harga avtur lebih mahal 10 persen maka masih dapat diterima. Namun, dengan terus naiknya harga avtur nasional ini maka harus segera diturunkan.

"Kisarannya itu lebih mahal 20 persen, kan harga ini berkembang terus. Sebenarnya kalau beda 10 persen masih oke, jadi kita minta harganya ditekan jadi beda 10 persen," ujarnya di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Naiknya harga avtur terjadi seiring pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS yang kini sudah di level Rp14.408 per dolar AS. Kenaikan bahan bakar ini membuat maskapai LCC seperti Lion Air, Citi Link, dan Air Asia tertekan.

Untuk itu, pemerintah berencana untuk memberikan insentif bagi maskapai berbiaya murah (low cost carrier/LCC) agar maskapai dapat memperluas operasional. Dengan harga bahan bakar yang murah otomatis membuat harga tiket pesawat menjadi lebih murah sehingga dapat menarik wisatawan untuk mengunjungi Indonesia.

"Ini kan tekanan terhadap LCC cukup besar, dolar dan sebagainya. Kita harapkan kalau avtur ini turun jadi bisa mengurangi itu," ucapnya.

Ia melajutkan, untuk merealisasikan penurunan harga avtur ini, pihaknya menugaskan Dirjen Perhubungan Udara, Kemenhub Agus Santoso. "Ya nanti saya tugaskan Dirjen Udara ke sana dalam minggu depan," kata dia.

Berdasarkan laman PT Pertamina (Persero), harga avtur yang berlaku hingga 14 Juli 2018, yakni bahan bakar Jet A-1 di Bandara Soekarno-Hatta Rp8.600 per liter belum memperhitungkan pajak pertambahan nilai (PPN) 10% dan pajak penghasilan 0,5%.

Sementara itu, di Bandara Juanda (Surabaya) harga tercatat Rp9.250 per liter, lalu di Hasanuddin (Ujung Pandang) Rp9.900 per liter, di Ngurah Rai (Denpasar) Rp9.400 per liter, dan Kualanamu (Deli Serdang) Rp 9.580 per liter.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR