Soal Mobil Listrik, Menperin: Agustus Kita Keluarkan Studinya

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 12 Juli 2018 - 15:48 WIB
Soal Mobil Listrik, Menperin: Agustus Kita Keluarkan Studinya

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah tengah menyiapkan studi untuk mobil listrik sebelum membolehkan kendaraan bermotor ramah lingkungan ini ada di pasar Indonesia. Rencananya kajian ini selesai dan dikeluarkan pada Agustus mendatang .

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya melakukan kajian bersama para stakeholder baik dengan regulator maupun perguruan tinggi. Pasalnya, selain pengkajian produksi, pihaknya juga mengkaji dari sisi regulasi.

"Mobil listrik kan kita sedang lakukan studi baik dengan stakeholder dari segi regulasi maupun dengan perguruan tinggi. Ya studinya selesai dulu. Nanti Agustus kita keluarkan dulu studinya," ujarnya di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (13/7/2018).

Ia mengungkapkan pengkajian ini dilakukan agar ketika selesai diproduksi dapat dengan lancar menyesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Sebab, kendaraan jenis apa pun harus menyesuaikan dengan iklim maupun kondisi jalan raya.

"Studinya tentu disesuaikan dengan kondisi Indonesia jadi tentu kan semua kendaraan perlu menyesuaikan terhadap kondisi iklim. Nah tentu ini yang sedang distudi di ITB, ITS, UGM, dan yang lain," kata dia.

Kemudian, pengkajian dari sisi regulasi dari Kementerian Perhubungan, apakah mobil listrik tersebut layak jalan atau tidak. "Regulasi yang kita perlukan di Perhubungan untuk laik darat sudah ada perbaikan sedang dibahas," ucapnya.

Selain itu juga dikaji dari sisi fiskal dengan Kementerian Keuangan. Dengan demikian, ia optimistis dalam waktu dekat mobil listrik akan selesai dikaji.

"Nah tinggal kita yang terkait dengan fisikal. Masih dibicarakan dengan Kementerian Keuangan," tuturnya.

Jika studi sudah selesai, maka pihakya akan mulai melakukan sosialisasi baik kebijakan tarif maupun Pajak Penambahan Nilai Barang Mewah (PPNBM). "industri ini kan pembelinya adalah publik. sehingga dengan demikian publik harus diedukasi," ucapnya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menggandeng Toyota Indonesia dan enam perguruan tinggi negeri untuk bersama melakukan riset dan studi secara komprehensif tentang pentahapan teknologi electrified vehicle di dalam negeri. Langkah ini akan menjadi masukkan bagi pemerintah menerapkan kebijakan pengembangan kendaraan listrik, sehingga target 20 persen untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah (low carbon emission vehicle/LCEV) tahun 2025 dapat tercapai.

“Pemerintah saat ini terus berupaya untuk mendorong pemanfaatan teknologi otomotif yang ramah lingkungan melalui program LCEV,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Kickoff Electrified Vehicle Comprehensive Study di Jakarta, Rabu (4/7).

Menurut Menperin, sasaran tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk dapat menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sebesar 29 persen pada tahun 2030 dan sekaligus menjaga energi sekuriti khususnya di sektor transportasi darat. Apalagi, selama ini industri otomotif memberikan kontribusi cukup signifikan bagi perekonomian nasional.


Editor : Ranto Rajagukguk