Meski Tertekan, Rupiah Jauhi Level Rp14.400 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Kamis, 12 Juli 2018 - 17:41 WIB
Meski Tertekan, Rupiah Jauhi Level Rp14.400 per Dolar AS

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Rupiah berhasil memangkas pelemahan bahkan sempat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebelum penutupan perdagangan, Kamis (12/7/2018) di pasar spot. Mata uang Garuda tercatat berhasil keluar dari level Rp14.400-an per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup masih terdepresiasi 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.390 per dolar AS. Saat dibuka rupiah diperdagangkan ke level Rp14.415 per dolar AS. Posisi rupiah di akhir sesi kemarin sempat bergerak ke Rp14.385 per dolar AS. Rentang pergerakan rupiah hari ini adalah Rp13.380-14.445 per dolar AS.

Adapun Yahoo Finance mencatat, rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.385 per dolar AS. Pada bel pembukaan perdagangan, rupiah menuju ke Rp14.378 per dolar AS. Di akhir sesi kemarin, rupiah sempat menetap ke Rp14.380 per dolar AS. Pergerakan harian rupiah saat ini Rp14.378-14.440 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 44 poin menjadi Rp14.435 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.391 per dolar AS.

Sebagai informasi, kurs dolar AS meningkat terhadap mayoritas mata uang pada akhir perdagangan Rabu (11/7/2018) karena ketegangan perdagangan antara AS dan mitra dagang utamanya meningkat.

Mengutip Xinhua, Kamis (12/7/2018), perwakilan Perdagangan AS mengatakan, Washington sedang mempersiapkan untuk 10 persen tarif atau 200 miliar dolar AS terhadap impor produk China lainnya.

Pengumuman itu datang hanya beberapa hari setelah AS memberlakukan tarif 25 persen atau 34 miliar dolar AS barang China.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Produsen untuk permintaan akhir naik 0,3 persen pada Juni, disesuaikan secara musiman, mengalahkan konsensus pasar 0,2 persen, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Rabu. Pada dasar yang tidak disesuaikan, indeks permintaan akhir naik 3,4 persen untuk 12 bulan yang berakhir pada bulan Juni, kenaikan 12 bulan terbesar sejak naik 3,7 persen pada November 2011.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,58 persen pada 94,701 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke 1,1672 dolar AS dari 1,1749 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3205 dolar AS dari 1,3215 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia merosot ke 0,7370 dolar AS dari 0,7402 dolar AS.

Dolar AS dibeli 112,03 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,29 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9962 franc Swiss dari 0,9924 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3208 dolar Kanada dari 1,3120 dolar Kanada.


Editor : Ranto Rajagukguk