Bekraf Harap Produk Ekonomi Kreatif Hadir di Ritel Luar Negeri

Diaz Abraham ยท Kamis, 12 Juli 2018 - 18:38 WIB
Bekraf Harap Produk Ekonomi Kreatif Hadir di Ritel Luar Negeri

Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham)

JAKARTA, iNews.id – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berharap produk ekonomi kreatif lokal bisa dipasarkan di luar negeri. Apalagi barang Indonesia memiliki nilai jual tinggi sehingga diyakini bisa bersaing dengan produk luar negeri.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik mengaku, pihaknya selama ini telah memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif untuk memasarkan produknya ke pasar dunia. Namun, ia berharap pelaku usaha bisa mencari mitra di negara tujuan pemasaran. Dengan demikian, produk ekonomi kreatif bisa menghiasi ritel-ritel luar negeri.

"Yang kita butuhkan adalah satu langkah maju ke depan, bagaimana ini bisa selangkah maju dengan pelaku usaha, kita bertemu dengan mitra di sana dan membuka usaha di sana. Sehingga kehadiran produk indonesia itu tak hanya ekonomi kreatif, produk usaha tersebut juga terasa oleh konsumen di sluruh dunia sehari-hari," katanya ketika ditemui di Hotel JS Luwangsa, Jakarta, Kamis (12/72018).

Agar keinginan tersebut tercapai, ekosistem dalam negeri harus mendukungnya. Bekraf juga bekerja sama dengan KBRI Indonesia di seluruh dunia agar tercipta kesadaran untuk mengupayakan adanya kesamaan visi.

"Kita menjadi ambassador yang mencoba membangun kesadaran ke seluruh KBRI Indonesia untuk mengupayakan adanya businnes matching, tak hanya exibisi pameran saja agar produk kita masuk dan tersedia di outlet di sana," ujarnya.

Demi memperluas jangkauan pasar internasional, Bekraf juga memanfaatkan tren global yang sudah ada terutama pada sektor industri kreatif berbasis syariah. Sebab, selama ini Indonesia menjadi negara pertama yang paling pertama dilirik negara lain untuk menyediakan kebutuhan wisatawan muslim.

"Kalau yang berbasis muslim banyak kebutuhan yang menengok ke Indonesia seperti yang saya bilang tadi seperti Jepang. Mereka pertama kali melihat Indonesia. Yang dia lihat segala macam kebutuhan, paling spesifik itu kuliner," tuturnya.

Padahal lima tahun lalu hal ini tak pernah terjadi di Jepang. Kebutuhan akan tersedianya segala kebutuhan umat muslim di sana merupakan hasil dari meningkatnya kunjungan wisata ke negeri Sakura.


Editor : Ranto Rajagukguk