Rupiah Melemah, Kepala BKPM: Investor Tunda Investasi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 12 Juli 2018 - 19:13 WIB
Rupiah Melemah, Kepala BKPM: Investor Tunda Investasi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Tri Kasih Lembong. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China berimbas pada pelemahan kurs rupiah. Kemudian dampak itu juga membuat investor asing menunda investasinya ke Indonesia.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan, penundaan tersebut biasanya karena investor kaget dengan fluktuasi kurs rupiah. Investor akhirnya memutuskan untuk menunda hingga kondisi rupiah lebih stabil.

"Slow down kalau itu pun terjadi biasanya karena penundaan, shock dengan gejolak rupiah terus dia nunda dulu sampai situasi lebih stabil," ujarnya di kantornya, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Kurs rupiah di pasar spot pada sesi siang ini masih memerah bergerak ke level Rp14.400-an per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 23 poin atau 0,16 persen menjadi Rp14.408 per dolar AS. Saat dibuka rupiah diperdagangkan ke level Rp14.415 per dolar AS.

Penundaan investasi ini menjadi tantangan bagi pemerintah, karena membuat angka realisasi investasi per kuartal menjadi jeblok. Meskipun begitu, investor menilai penundaan tersebut memang tak berpengaruh besar terhadap kinerjanya.

"Jadi kalau ada investor besar yang menunda enam bulan, buat dia tidak ada bedanya, tapi buat kita dampak ke angka kuartalan bisa sangat besar," kata dia.

Selain itu ada juga investor yang membatalkan investasi. Namun, pembatalan bukan karena pelemahan kurs rupiah, melainkan karena lebih memilih berinvestasi di negara lain ketimbang Indonesia.

Kendati demikian, Indonesia bukan satu-satunya negara yang kurs mata uangnya melemah akibat perang dagang. Pasalnya, sejak perang dagang mulai, semua mata uang negara berkembang sangat tertekan.

"Argentina, Turki, Pakistan, India, Filipina, Indonesia semuanya sangat tertekan. itu faktor teknis. Dasarnya kalau impor ke Amerika, ke negara tujuan ekspor menjadi sulit. Pasar modal akan langsung menyesuaikan dan dia akan memurahkan negara eksportir dan memahalkan negara-nagara importir. Itu reaksi pasar terhadap hambatan perdagangan," tuturnya.

Akibat kondisi itu maka langsung berdampak pada masyarakat karena melihat kurs mata uang asing. Oleh karena itu, kurs rupiah yang melemah saat ini menjadi salah satu faktor utama di balik sentimen negatif investasi.


Editor : Ranto Rajagukguk