Mandatori Biodiesel untuk Solar Nonsubsidi Tunggu Revisi Perpres

Isna Rifka Sri Rahayu · Kamis, 12 Juli 2018 - 19:27 WIB
Mandatori Biodiesel untuk Solar Nonsubsidi Tunggu Revisi Perpres

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memutuskan memperluas mandatori campuran biodiesel 20 persen (B20) untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) solar nonsubsidi. Hal ini untuk menekan impor minyak mentah dan produk BBM sehingga menekan defisit neraca perdagangan.

Direktur Jenderal Enegri Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, keputusan itu telah dituangkan dalam rapat koordinasi (rakor) hari ini di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Rencana ini sudah pernah dibahas sebelumnya tanpa Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

"Kan barusan rapat lanjutan rapat yang kemarin, kemarin itu kebetulan Pak Airlangga tidak ada sementara ini juga tergantung dari sektor industri kan. Kebetulan sekarang Pak Airlangga ada dan kemudian diputuskan B20 jalan untuk non-PSO (Public Service Obligation) juga," ujarnya setelah rapat di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Namun, rencana tersebut harus menunggu revisi Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur hal ini rampung. Diperkirakan revisi Perpres akan selesai dalam satu hingga dua hari lagi.

"Nunggu dulu Perpresnya direvisi. Revisi Perpresnya dipercepat besok atau lusa," kata dia.

Dalam rapat tersebut, pemerintah belum menghitung kuota B20 yang akan disalurkan untuk Solar nonPSO. Sebab, pemerintah masih harus melakukan perhitungan dulu.

Pemerintah tengah mencari akal agar defisit neraca perdagangan menjadi surplus. Salah satunya dengan menekan impor minyak.

Neraca perdagangan pada Mei 2018 tercatat defisit 1,52 miliar dolar AS. Salah satu penyebab masih tingginya defisit tersebut karena impor minyak dan gas (migas) yang mencapai 2,82 miliar dolar AS, naik 20,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“(Impor migas) perlu diperlambat. Caranya bagaimana? Bisa macam-macam, bisa biodieselnya dinaikkan,” kata Menko Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan akan mendukung peningkatan penggunaan biodiesel. Saat ini pemerintah memiliki aturan pencampuran solar dan minyak kelapa sawit dengan komposisi 80:20 atau yang dikenal dengan B20.


Editor : Ranto Rajagukguk