IHSG Akan Menguat Terbatas, Simak Menu Saham Pilihan Ini

Isna Rifka Sri Rahayu · Jumat, 13 Juli 2018 - 08:45 WIB

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menguat terbatas dengan rentang level 5.834-5.950.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi mendekati resistance MA50 dan bearish trend line jangka menengah. Indikasi tertahan di akhir pekan cukup kuat dengan Indikator Stochastic yang berindikasi dead-cross pada level jenuh beli meskipun momentum RSI bergerak flat pada area moderate.

"Diperkirakan IHSG akan cenderung menguat terbatas menguji resistance bearish trend dan MA50 dengan rentang pergerakan 5.834-5.950," ujarnya dalam risetnya, Jumat (13/7/2018).

IHSG (+0,24 persen) ditutup menguat 14,51 poin di level 5.907 setelah sempat dibuka pada zona negatif. Saham-saham sektor infrastruktur (1,45 persen) memimpin penguatan dengan emiten TLKM (+0,99 persen), ISAT (+7,78 persen), dan PGAS (+4,85 persen).

Selain itu perusahaan tambang PTBA (+3,93 persen) mengalami penguatan signifikan setelah data pertumbuhan ekspor batubara Indonesia naik hingga 33 persen di tengah tren penguatan harga batubara dunia.

"Investor asing tercatat net buy Rp136,77 miliar dengan saham BBCA, PTBA dan TLKM menjadi top net buy value investor asing," ucapnya.

Pada saat yang sama, mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat sejak awal sesi perdagangan. Indeks Nikkei (+1,17 persen), Topix (+0,46 persen) dan KOSPI (+0,19 persen) bergerak optimistis setelah mengalami sell off yang cukup memukul pada perdagangan sebelumnya.

"Dollar melemah seiring meredannya ketegangan prospek perdagangan AS dan China," kata dia.

Selanjutnya, ekuitas Eropa dibuka mengikuti bursa saham Asia dengan menguat. Indeks Eurostoxx (+0,23 persen), FTSE (+0,64 persen), DAX (+0,33 persen) dan CAC (+0,36 persen) dibuka pada zona hijau.

Menurut dia, investor akan mewaspadai beberapa agenda di akhir pekan ini di antaranya musim pendapatan masuk beberapa perusaan multifinance, data inflasi di AS, dan data perdagangan China yang akan berkemungkinan besar menunjukan pertumbuhan ekspor yang sedikit lebih lambat.

Berikut saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya AKRA. ANTM, BTPN, IMAS, LSIP, PGAS, PTBA, WSKT, TINS, dan ADHI.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR