Bekraf Ingin Ekonomi Kreatif Naik Kelas, Ini Tantangannya

Isna Rifka Sri Rahayu · Jumat, 13 Juli 2018 - 11:23 WIB

Ilustrasi. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berharap usaha ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia naik kelas meskipun masih banyak tantangan berat yang harus dihadapi. Untuk itulah, Bekraf turut mendorong dengan memberikan fasilitas dan ekosistem yang mendukung agar ekraf bisa berkembang lebih luas.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik mengatakan, dalam banyak kasus usaha ekraf berakhir pada kebangkrutan. Namun, hal tersebut bukan karena kekurangan kreatifitas tapi akibat kegagalan manajemen.

"Kegagalan manajemen itu banyak terjadi juga di kegagalan manajemen investasi yang dilakukan. Terlalu cepat atau salah melakukannya," ucapnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Kalaupun dapat bertahan, pelaku usaha ekraf tetap harus terus berpikir bagaimana menghadapi persaingan usaha. Sebab, selain kualitas produk juga harus diperhatikan bagaimana pengemasan produk, pemasaran, distribusi, dan mengelola keuangan.

"Termasuk juga permodalan bagaimana mengelolanya dengan lebih baik, bagaimana melakukan ekspansi investasi seperti apa, bagaimana cara menghitung. Itu tantangan yang paling berat," kata dia.

Oleh karenanya, masa depan ekraf ini tergantung pada keberhasilan dari pengembangan usaha tiap pelaku ekraf. Untuk itu, tugas Bekraf adalah mengakselerasinya dan memfasilitasi pelaku ekraf agar bisa menguasai pasar sebaik mungkin.

"Bekraf sendiri tentunya melalui ekosistem di dalamnya akan berusaha sebaik mungkin agar usaha ekraf di daerah bisa naik kelas. Ada banyak platform yang ada di Bekraf yang akan bisa memfasilitasi usaha bapak ibu naik kelas," ucapnya.

Ia melanjutkan, jika usaha ekraf sudah berhasil di wilayah lokal maka Bekraf mendorong untuk berhasil di kancah nasional. "Kalau sudah menjadi jagoan nasional bagaimana bisa menjadi jagoan global. Tentunya menjadi produk ekraf yang bisa menikmati pasar atau mengambil pasar yang lebih besar lagi di pasar di mana kita bersaing," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR