SMF Tak Khawatirkan Tren Kenaikan Suku Bunga Acuan BI

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 13 Juli 2018 - 14:09 WIB
SMF Tak Khawatirkan Tren Kenaikan Suku Bunga Acuan BI

Direktur SMF Heliantopo. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) tidak terlalu mengkawatirkan naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Pasalnya, SMF merupakan pihak ketiga yang menghubungkan antara investor dan penyalur Kredit Perumahan Rakyat (KPR).

"Sebetulnya suku bunga tinggi atau rendah buat kita tidak masalah. SMF kan hanya pinjam nih dari investor menerbitkan berapa persen, kita salurkan ke penyalur KPR berapa persen, yang penting buat KPR," kata Direktur SMF Heliantopo di kantornya, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Ia melanjutkan, selama BI menaikkan atau menurunkan suku bunga acuannya dengan stabil maka tidak berpengaruh ke pendapatan perusahaan. Sebab, saat mendapatkan hingga menyalurkan dana pinjaman suku bunga masih tetap naik ataupun turun.

"Kalau  suku bunga naik, kalau kanan (invevstor) naik kiri (penyalur) naik tidak ada masalah buat SMF. Kalau turun, kanan turun kiri turun tidak ada masalah," ujarnya.

Namun, jika suku bunga acuan naik dan turun tidak stabil, maka hal tersebut dapat berdampak bagi pendapatan perusahaan. "Yang susah itu kalau goyang-goyang, kita pas mengambil (dana pinjaman) lagi tinggi, pas kita mau menyalurkan lebih rendah," ucapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya memiliki strategi agar tidak mengalami kerugian. Salah satunya dengan mendekatkan jarak dari mendapatkan dana pinjaman dengan penyaluran dana pinjamannya.

"Jadi dari kita memperoleh dana sampai menyalurkan jangan terlalu jauh sehingga volatilitasnya itu tidak terlalu besar," tuturnya.

Selain itu, SMF juga memiliki beberapa strategi lainnya yang enggan diungkapkan. "Itu salah satu, banyaklah strateginya. Resep mah tidak boleh dikeluarkan semua. Tapi kira-kira itu bayangannya," ucapnya.

Sebagai informasi, sejak Mei lalu BI telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 3 kali dengan total 100 basis poin dari 4,25 persen menjadi 5,25 persen. Sebab, BI memperkirakan Amerika Serikat (AS) akan menaikkan Fed Fund Rate sebanyak 4 kali selama tahun ini.


Editor : Ranto Rajagukguk