Perkuat Ekspor, Industri Kayu dan Mebel Bakal Dapat Insentif

Ade Miranti Karunia Sari · Jumat, 13 Juli 2018 - 14:41 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Foto: iNews.id/Ade Miranti)

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah terus berupaya memperbaiki neraca perdagangan yang kini tengah mengalami defisit. Sektor-sektor yang dianggap punya potensi besar untuk memperbesar eskpor akan ditindaklanjuti sehingga neraca perdagangan bisa kembali surplus.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku telah menerima usulan para menteri terkait dalam upaya mendorong ekspor agar terus berkembang. Salah satu usulan yang diajukan berasal dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Rencananya para pelaku industri kecil akan mendapatkan insentif dari pemerintah untuk mendapatkan sertifikasi. Contohnya saja ekspor yang paling didorong, yakni industri kayu dan mebel. Diharapkan para pelaku industri kayu atau mebel ini bisa mendapatkan Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK).

"Usulan Kementerian Perindustrian yang kemudian didukung oleh kementerian kehutanan supaya SVLK itu biayanya ada untuk menyelesaikan sertifikat itu, supaya dibantu usaha kecil, supaya mereka jangan terbebani oleh proses memenuhi SVLK itu," ujarnya ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Insentif bisa berupa dana dalam jumlah tertentu yang diperoleh dari hasil penerimaan perpajakan. "Bisa saja menyentuh itu (penerimaan perpajakan)," katanya.

Selain itu, pemerintah mendorong para pelaku industri memindahkan lokasi usahanya ke daerah dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang rendah. Relokasi industri ini sebagai upaya menekan biaya industri pengolahannya.

"Banyak hal termasuk mendukung relokasi industri yang memang banyak dilakukan industri garmen maupun sepatu dari daerah yang upahnya tinggi. Jadi menteri perindustrian mengusulkan ada dukungan untuk mempermudah relokasi itu," tuturnya.

Namun, Darmin enggan menyebut daerah mana saja yang akan dijadikan untuk relokasi industri tersebut. "Saya enggak usah bilang persis daerahnya. Dari daerah yang UMK/UMP-nya lebih mahal dan daerah UMP-nya lebih murah, nah tebak saja," kata dia.

Sementara, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, pihaknya memang tengah mendorong penguatan ekspor yang difokuskan pada industri kayu. Selain itu, para pelaku industri Kecil Menengah (IKM) akan mendapatkan dana subsidi yang disokong oleh pemerintah.

"Yang tadi sudah clear itu SVLK industri kayu, untuk IKM akan diberikan semacam insentif. Insentif subsidinya ditanggung pemerintah," ucap Airlangga usai menghadiri rapat koordinasi.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR