BI: Inflasi Minggu Kedua Juli 0,23 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 13 Juli 2018 - 16:15 WIB
BI: Inflasi Minggu Kedua Juli 0,23 Persen

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indoensia (BI) mencatat inflasi minggu kedua Juli 2018 sebesar 0,23 persen secara bulan ke bulan (month to month/mtm) dan secara tahun ke tahun (year on year/yoy) sebesar 3,14 persen.

"Inflasi itu rendah tetep survei kami berdasarkan survei pemantauan harga sampai minggu ke dua inflasi bulan ini Juli ini 0,23 persen mtm," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Masjid BI, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Angka inflasi mtm tersebut jauh lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya, Juni 2018, sebesar 0,59 persen. Namun, lebih tinggi sedikit jika dibandingkan dengan inflasi Juli 2017 yang sebesar 0,22 persen.

"Jauh lebih rendah dari rata-rata history bulan Juli. Rata-ratanya selama tiga tahun terakhir itu 0,54 persen," ujarnya.

Menurut dia, masih rendahnya tingkat inflasi ini menunjukkan bahwa harga-harga komoditas tetap terkendali. Pasalnya, pada bulan lalu, inflasi melonjak tajam akibat adanya Ramadan dan Idul Fitri.

"Ini juga menunjukkan kuatnya koordinasi antara BI, pemerintah pusat, Pemda (Pemerintah Daerah), di dalam tim pengendalian inflasi pusat maupun pengendalian inflasi daerah," ucapnya.

Ia melanjutkan, pemerintah juga tengah mempersiapkan rapat koordinasi nasional (rakornas) tahun 2018 untuk mengendalikan inflasi di setiap daerah. Adapun rakornas ini merupakan forum tertinggi pengendalian inflasi di Indonesia.

"Sekaligus kita juga sedang mempersiapkan Rakornas TPID (tim pengendalian inflasi daerah) yang nanti insya Allah akan dilakukan pada 25-26 Juli yang akan datang," tuturnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat angka inflasi pada Juni 2018 sebesar 0,59 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,21 persen akibat adanya Lebaran pada bulan Juni 2018.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi Juni 2018 lebih rendah dibandingkan bulan saat lebaran di tahun sebelum. Lebaran tahun 2017 jatuh pada bulan Juni di mana inflasi yang tercatat sebesar 0,69 persen, sedangkan pada 2016 di bulan Juli sebesar 0,69 persen.

"Ini angka yang menggembirakan kita apresiasi kerja keras pemerintah dan BI," katanya dalam konfrensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/7/2018).

Menurut dia, penyebab inflasi Juni karena kenaikan beberapa komoditas bahan makanan selama memasuki Ramadan namun banyak komoditas yang terekndali dan mengalami penurunan harga. Adapun penyebab inflasi tertinggi berada di kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,19 persen serta bahan makanan sebesar 0,08 persen.


Editor : Ranto Rajagukguk