Menko Darmin Siapkan Strategi Lobi AS untuk Fasilitas GSP

Ade Miranti Karunia Sari · Jumat, 13 Juli 2018 - 20:15 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memperjuangkan agar ratusan produk Indonesia tetap memperoleh fasilitas Generalized System of Preference (GSP) dari Amerika Serikat (AS). Untuk itu, pemerintah akan meyambangi AS dan berdiskusi dengan United State Trade Representative (USTR) supaya fasilitas pemangkasan bea masuk impor lewat GSP bisa dipertahankan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, pihaknya akan menyodorkan beberapa produk prioritas agar AS tetap memberikan fasilitas GSP. Pasalnya, rencana AS yang mencabut fasilitas GSP bisa memukul pelaku usaha dan mengurangi jumlah ekspor Indonesia.

Apalagi, Indonesia kini tengah mengalami defisit neraca perdagangan karena impor yang lebih besar ketimbang ekspor. Meski begitu, Darmin tetap mewajari sikap tersebut karena fasilitas ini telah dinikmati Indonesia selama berpuluh-puluh tahun.

"Itu fasilitas yang diberikan ke kita sejak 40 tahun yang lalu. Sekarang dia bilang aku mau evaluasi. Anda enggak bisa bilang ini saat yang tepat enggak?” katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Saat ini terdapat 124 produk ekspor Indonesia yang mendapatkan failitas GSP, dari total 3.547 produk yang diperbolehkan. Kini, pemerintah AS akan mengevaluasi produk tersebut dalam sepekan lagi.

"Fasilitasnya Amerika itu mereka akan mengevaluasi (GSP) mungkin seminggu lagi. Apakah masih mau diteruskan atau tidak? Kemudian, untuk mengevaluasi, mereka punya data. Permintaan ini kok kita dihambat-hambat. Ada mengenai asuransi, ada mengenai data processing center, ada mengenai pertanian. Nah, kita tadi membahas tiga pertama tadi. Untuk merumuskan, kita tawarannya apa," tutur dia.

Jika pada akhirnya tawaran produk Indonesia yang dilobi ke Negeri Paman Sam tersebut ditolak, pemerintah telah menyiapkan strategi lanjutan. Namun, mantan Gubernur Bank Indonesia ini enggan menjelaskan lebih detail strategi yang dimaksud.

Pihaknya yakin produk yang diusulkan ini bakal terbebas dari bea masuk impor AS. Untuk itu, pemerintah akan menyiapkan argumen dan data yang bisa meyakinkan USTR.

"Pemerintah tentu berkepentingan mempertahankan fasilitas itu. Karena itu menyangkut banyak sekali barang sehingga kalau kita mengekspor ke sana dia (AS) marginnya nol. Itu yang masuk daftar itu. Kita mau berusaha sekuat tenaga supaya itu tetap bisa (dipertahankan)," katanya.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR