Sri Mulyani: Integritas Pegawai Pajak Tidak untuk Diperjualbelikan

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Sabtu, 14 Juli 2018 - 13:03 WIB
Sri Mulyani: Integritas Pegawai Pajak Tidak untuk Diperjualbelikan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan perpajakan merupakan tulang punggung negara yang memiliki fungsi yang sangat vital. Oleh karenanya, pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemeneku) harus memiliki integritas yang tinggi dan tidak untuk diperjualbelikan.

Dia menilai Ditjen Pajak memliki fungsi penting untuk mengumpulkan penerimaan pendapatan negara sebagaimana yang diatur dalam undang-undang. Dengan demikian, kewenangan yang diberikan negara kepada pegawai DJP harus dilaksanakan dengan integritas yang tinggi.

"Kita semua harus mengingatkan diri kita sendiri integritas dari seluruh jajaran DJP tidak untuk diperjualbelikan. Integritas dari DJP identik dengan integritas NKRI," ucapnya dalam pidato Hari Pajak di lapangan Ditjen Pajak, Jakarta, Sabtu (14/7/2018).

Ia melanjutkan, jika Ditjen Pajak gagal menjalankan fungsi konstitusi perpajakan tersebut maka dapat melumpuhkan sendi-sendi NKRI. Ibarat tulang punggung, perpajakan harus dapat menopang tubuh agar tetap dapat berdiri tegak dan menjadi penyangga seluruh syaraf-syaraf vital dalam melakukan berbagai aktivitas.

"Oleh karena itu, anda semua yang bekerja di DJP tidak kemudian apablia dikatakan bahwa anda mengemban amanat yang begitu penting dalam menjaga keberlangsungan NKRI," kata dia.

Menkeu juga menekankan jajaran Ditjen Pajak untuk bisa memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh wajib pajak. Sebab, wajib pajak harus diberikan pelayanan terbaik yang mengedepankan asas keadilan, kepastian, dan tidak menyalahi aturan.

"Tugas ini tentu bertolak belakang atau cenderung bertolak belakang dengan tugas untuk pengumpulan penerimaan perpajakan dan penegakan hukum," ujarnya.

Selain itu, pegawai Ditjen Pajak harus memastikan bahwa seluruh upaya yang dilakukan melalui instrumen perpajakan dapat digunakan untuk menjaga dan mendorong perekonomian nasional. Apalagi penerimaan perpajakan berkontribusi sebanyak 83 persen dalam penerimaan negara.

Ia yakin, jika pegawai Ditjen Pajak dapat menjalankan fungsinya dengan baik maka dapat menciptakan gambaran diri (image) dan kepercayaan pelaku ekonomi terhadap tata kelola negara. Masyarakat juga akan merasa adanya kontrak antara rakyat dengan negara yang adil dan seimbang.


Editor : Ranto Rajagukguk