2 Rusak Parah, Seluruh SPBU di Palu Ditargetkan Normal dalam Sebulan

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 21:43 WIB
2 Rusak Parah, Seluruh SPBU di Palu Ditargetkan Normal dalam Sebulan

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memperkirakan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) dapat beroperasi secara normal dalam sebulan ke depan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, saat ini 15 dari 17 SPBU di Palu sudah bisa melayani masyarakat. Namun, masih ada 2 SPBU yang belum bisa beroperasi lantaran rusak parah.

"Alhamdulillah dari semua SPBU yang terdampak. Jadi dua yang mengalami kerusakan berat. Dalam 1-4 minggu, semoga bisa kita pulihkan menjadi 17 SPBU-nya," kata Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

BACA JUGA:

Gempa Sulteng, Pertamina Sebut 90 Persen SPBU Sudah Beroperasi

Masyarakat Korban Gempa Sulteng Diminta Tidak Beli BBM dengan Jeriken

Pria kelahiran Padang itu memastikan distribusi BBM dan elpiji di area terdampak gempa Sulteng sudah berjalan lancar karena sudah diantisipasi Pertamina. Dengan demikian, tidak ada lagi antrean untuk membeli bensin atau elpiji.

"Kemaren saya cek langsung, suplainya tidak ada antrean karena Pertamina melakukan operasi pasar juga. Di SPBU sendiri, Pertamina punya strategi punya line supply yang cukup, tapi juga tangki mobil juga taruh di sana," ujarnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, pasokan BBM, elpiji, dan solar cukup untuk digunakan di atas 14 hari , pasokan avtur cukup untuk 22 hari, solar untuk 30 hari, dan bensin cukup 16 hari.

"BBM-nya oke, dari LPG juga cukup. Penyediaan elpiji melalui 3 SPBU di sana ada 17 agen. Selama kemarin, 100 persen itu berjalan karena Pertamina melakukan operasi pasar di 31 titik," ucap dia.

Selain itu, lanjut Arcandra, terminal BBM milik Pertamina di Donggala juga telah beroperasi setelah jetty-nya rusak akibat gempa. Untuk sementara, terminal sudah bisa dipakai sepekan setelah gempa terjadi.

"Kapal sudah bisa merapat untuk menyuplai bahan bakar. Temporary sudah bisa dipakai, kerusakan jeti jadi ada mitigasi kemaren tapi hanya untuk temporary, nanti ada rencana memasang mur," ucapnya.


Editor : Rahmat Fiansyah