Gagal Pertahankan Penguatan, Rupiah Anjlok ke Rp14.435 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk · Jumat, 10 Agustus 2018 - 10:28 WIB
Gagal Pertahankan Penguatan, Rupiah Anjlok ke Rp14.435 per Dolar AS

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Jumat (10/8/2018) gagal mempertahankan posisinya yang di sesi kemarin sempat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Data Bloomberg pada pukul 08.58 WIB menunjukkan, rupiah melemah 19 poin atau 0,13 persen menjadi Rp14.435 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp14.416 per dolar AS. Laju harian rupiah tercatat Rp14.435-14.444 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.439 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat rupiah terdepresiasi 30 poin atau 0,21 persen menjadi Rp14.435 per dolar AS dari posisi terakhir sebelumnya Rp14.405 per dolar AS. Rupiah saat pembukaan sempat diperdagangkan ke level Rp14.403 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.403-14.435 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 15 poin menjadi Rp14.437 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.422 per dolar AS.

Sebagai informasi, kurs dolar AS naik terhadap mayoritas mata uang pada akhir perdagangan Kamis (9/8/2018) karena investor mencermati laporan ekonomi terbaru.

Mengutip Xinhua, Jumat (10/8/2018), dalam pekan yang berakhir 4 Agustus, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman turun 6.000 dari tingkat revisi minggu sebelumnya menjadi 213.000, di bawah konsensus pasar, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada hari Kamis.

Rata-rata pergerakan empat minggu adalah 214.250, turun 500 dari rata-rata revisi minggu sebelumnya.

Dalam laporan terpisah, departemen mengumumkan bahwa Indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir tidak berubah pada Juli, disesuaikan secara musiman, meleset dari perkiraan pasar yang naik 0,3 persen.

"Mengingat kelemahan mengejutkan baik di PPI utama dan tanpa makanan dan energi adalah karena penurunan besar-besaran dalam harga perdagangan membalikkan hanya setengah keuntungan terbesar dalam dua bulan sebelumnya, ini bukan berita baik untuk laporan inflasi ke depan," kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,47 persen menjadi 95,505 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1541 dolar AS dari 1,1618 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2845 dolar AS dari 1,2892 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia merosot ke 0,7384 dolar AS dari 0,7438 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,02 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,97 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9930 franc Swiss dari 0,9929 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3037 dolar Kanada dari 1,3010 dolar Kanada.


Editor : Ranto Rajagukguk