HUT ke-41 Pasar Modal Indonesia

BEI: Pasar Modal Harus Lebih Modern di Era Ekonomi Digital

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 10 Agustus 2018 - 10:56 WIB
BEI: Pasar Modal Harus Lebih Modern di Era Ekonomi Digital

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperingati 41 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperingati 41 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. Dalam usia yang tidak lagi muda, kini pasar modal ditantang melalui era ekonomi digital untuk menjadi lebih modern.

Dengan kondisi itu BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus berupaya memberikan layanan terbaik. Upaya yang dilakukan guna meningkatkan infrastruktur dan memperluas jangkauan pasar modal ke seluruh Indonesia.

"Satu langkah yang baru saja di lakukan dalam infrastruktur digital dan tekonogi yakni mengembangkan JATS Next-G. Pencapain itu sesuai dengan tema pasar modal kita untuk menuju pasar modal modern di era ekonomi digital," ujar Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam sambutan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Dari sisi nilai kapitalisasi, pasar modal Indonesia telah tumbuh sebanyak 2,52 juta kali. Pada tahun 1977 nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia sebesar Rp2,73 miliar dan per 8 Agustus 2018, telah mencapai Rp6.870,7 triliun. Sementara itu, pada periode yang sama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah tumbuh 6.119 persen dari 98 poin pada tahun 1977 menjadi 6.094 pon pada 8 Agustus 2018.

Hingga pertengahan 2018, frekuensi saham harian rata-rata di pasar modal Indonesia sebanyak 392.000 kali dan merupakan yang tertinggi di ASEAN. Hal itu didukung oleh peningkatan jumlah investor aktif yang mencapai 43.000 per hari.

Keberhasilan itu, lanjutnya, tidak luput dari dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang turut menyediakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi di pasar modal. Hal ini menunjukkan OJK mendukung penuh pengembangan pasar modal Indonesia di era teknologi digital

"Perkembangan tekonolgi digital jadi peluang kita yang semakin kredibel terpercaya dan mudah di akses," kata dia.

Melalui koordinasi dan pengawasan dari OJK, BEI bersama dengan KPEI dan KSEI, pasar modal Indonesia diharapkan akan semakin efisien dari sisi sistem penunjang perdagangan efek yang terkini. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengharapakan Pasar Modal Indonesia juga akan menjawab tantangan di era ekonomi digital saat ini dengan mengembangkan produk yang lebih modern, semakin matang untuk bersaing.

"Saya apresiasi seluruh pemangku kepentingan KPEI, KSEI, dan anggota BEI dalam mendorong pertumbuhan pasar modal di Indonesia. Tanpa kebersaman kita tidak bisa pasar modal seperti sekarang," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk