RI Ajak China Investasi Infrastruktur Senilai 13,1 Miliar Dolar AS

Ade Miranti Karunia Sari ยท Jumat, 10 Agustus 2018 - 11:47 WIB
RI Ajak China Investasi Infrastruktur Senilai 13,1 Miliar Dolar AS

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan proyek-proyek infrastruktur dengan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) kepada investor China.

Secara khusus BKPM telah melakukan Market Sounding di Shanghai (3 Agustus 2018) dan Beijing (8 Agustus 2018). China dipilih menjadi negara tempat pelaksanaan Market Sounding infrastruktur skema KPBU dengan pertimbangan tingginya minat dari para pelaku bisnis Tiongkok di bidang infrastruktur.

Investor yang berminat sebagian besar merupakan perusahaan global yang telah mengembangkan bisnisnya di banyak negara karena keunggulan teknologi yang dimiliki serta kemampuan keuangan yang besar. Total nilai investasi dari proyek-proyek infrastruktur yang ditawarkan mencapai 13,1 miliar dolar AS di antaranya adalah proyek perluasan Bandara Hang Nadim, beberapa proyek pembangkit Listrik dengan total kapasitas sekitar 1.885 Mega Watt, beberapa proyek jalan tol di sejumlah daerah, proyek LRT di Kota Batam, proyek infrastruktur pariwisata Kawasan Danau Toba, dan proyek perluasan Bandara Labuan Bajo.

Di samping itu, juga disampaikan secara umum peluang investasi infrastruktur di Kawasan Industri Terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur, CFLD Industrial Park di Tangerang, Banten dan Cikarang Jawa Barat, serta sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba P Hutapea menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dalam upaya untuk menyediakan infrastruktur. “Pemerintah Indonesia memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada pihak swasta dari dalam maupun luar negeri untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur skema KPBU karena adanya dukungan dan penjaminan dari pemerintah,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada pers, Jumat (10/8/2018).

Dalam acara Market Sounding ini, Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun mengajak investor China untuk meningkatkan investasinya di Indonesia “Indonesia diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat rating dunia sebagai tempat yang aman untuk berinvestasi dan memiliki potensi pasar yang besar. Investor Tiongkok dapat memanfaatkan peluang investasi di bidang infrastuktur yang didorong oleh pemerintah Indonesia khususnya skema KPBU,” ujarnya.

Sementara Konsul Jenderal RI di Shanghai Siti Nugraha Mauludiah mentuurkan, penyelenggaraan kegiatan di Shanghai sangat tepat karena kota ini adalah pusat keuangan terbesar di China yang banyak memiliki perusahaan infrastruktur kelas dunia, seperti Shanghai Electric dan Shanghai Tunnel Engineering.

Kedua acara Market Sounding ini dihadiri oleh perusahaan-perusahaan infrastruktur terkemuka di antaranya Citic Pacific Energy, Shanghai Electric Group Company Limited, CFLD International Industry Service Center, China Airport Construction Group, Shanghai Tunnel Engineering, China Energy Engineering Group, Anhui Electric Power Design Institute Co. Ltd, China Life Insurance Company, CIMB Bank Shanghai, Zhejiang Dahua Technology Co. Ltd, PowerChina International Group, Standard Chartered Bank, Shuangdeng Group Co. Ltd. China Machinery Engineering Corporation, TBEA, CIMB Shanghai, Beijing Urban Construction Group, China Geo-engineering Corporation, China National Electric Engineering Co., dan Sunburst Energy Development.

Rincian nilai investasi:

1. Proyek Listrik : 2.827,5 juta dolar AS

2. Proyek Jalan Tol : 8.854,28 juta dolar AS

3. Proyek Terminal Hang Nadim: 192,85 juta dolar AS

4. Proyek LRT Batam : 836,5 juta dolar AS

5. Proyek Labuan Bajo: 360 juta dolar AS

Total: 13,1 miliar dolar AS


Editor : Ranto Rajagukguk