Sesi I

IHSG Coba Dekati Level 6.100, Rupiah Tertekan ke Rp14.435

Ranto Rajagukguk · Jumat, 10 Agustus 2018 - 12:16 WIB
IHSG Coba Dekati Level 6.100, Rupiah Tertekan ke Rp14.435

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga akhir sesi I perdagangan, Jumat (10/8/2018) dengan mencoba mendekati level 6.100. Indeks tercatat naik 28,14 poin atau 0,46 persen ke 6.093,40.

Dari 465 saham yang diperdagangkan, 205 menguat, 139 melemah dan 121 stagnan. Frekuensi perdagangan tercatat 191.191 kali dengan nilai transaksi Rp3,22 triliun dan 3,97 miliar lembar saham diperjualbelikan.

10 sektoral penggerak IHSG mayoritas menguat, sementara dua di antaranya mencatatkan koreksi. Sektor perkebunan memimpin pelemahan dengan turun 1,49 persen.

Kontributor utama yang menahan IHSG tetap di zona hijaunya, yakni sektor properti yang naik 1,10 persen dan keuangan naik 0,85 persen. Meski indeks menghijau, investor asing tetap melanjutkan aksi jual dengan membukukan net sell Rp152,82 miliar di pasar reguler dan Rp281,83 miliar di seluruh pasar.

Adapun saham yang masuk daftar top gainers, yaitu PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp275 atau 4,23 persen ke Rp6.775, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp110 atau 2,29 persen ke Rp4.910, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp90 atau 2,70 persen ke Rp3.420 dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) naik Rp80 atau 2,90 persen ke Rp2.840.

Sementara, saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp325 atau 0,89 persen ke Rp36.275, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) turun Rp450 atau 2,33 persen ke Rp18.900, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) turun Rp250 atau 1,59 persen ke Rp15.500, dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) turun Rp30 atau 1,00 persen ke Rp1.245.

Sedangkan kurs rupiah di pasar spot pada sesi siang tetap melemah menghadapi dolar Amerika Serikat (AS). Sentimen dari dalam negeri berupa deklarasi capres-cawapres untuk Pilpres 2019 tak mampu meredakan pelemahan rupiah.

Data Reuters menunjukkan, rupiah anjlok ke level Rp14.435 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp14.400 per dolar AS. Laju harian rupiah tercatat Rp14.430-14.435 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.430 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat rupiah terdepresiasi 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.430 per dolar AS dari posisi terakhir sebelumnya Rp14.405 per dolar AS. Rupiah saat pembukaan sempat diperdagangkan ke level Rp14.403 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.403-14.435 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 15 poin menjadi Rp14.437 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.422 per dolar AS.


Editor : Ranto Rajagukguk