Ini Harapan OJK Usai Jokowi dan Prabowo Umumkan Cawapres

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 10 Agustus 2018 - 12:48 WIB
Ini Harapan OJK Usai Jokowi dan Prabowo Umumkan Cawapres

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id – Deklarasi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 telah diumumkan tadi malam. Sang petahana, yakni Joko Widodo (Jokowi) menggandeng KH Maruf Amin, sementara Prabowo Subianto memilih Sandiaga Uno sebagai wakilnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, siapa pun yang terpilih diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui pasar keuangan maupun sektor pasar modal.

Dengan adanya pesta demokrasi ini para pelaku ekonomi justru dapat proaktif menyampaikan aspirasinya. Dengan demikian, capres dan cawapres yang akan terpilih nantinya dapat memasukkan aspirasi tersebut ke dalam kebijakan pemerintahannya untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi.

"Kalau proses demokrasi kan mau tidak mau siapa pun yang jadi akan kita optimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendorong peran di sektor keuangan ini dengan pertumbuhan," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Ia melanjutkan, pelaku pasar akan sangat mendukung proses demokrasi ini siapapun yang maju menjadi capres dan cawapres. Kendati demikian, presiden dan wakil presiden yang nanti dipilih diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi terutama di pasar keuangan dan pasar modal.

"Mengenai calon tentunya ini calon yang terbaik, dari proses demokrasi yang ada. Siapa pun calonnya akan kita harapkan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan," kata dia.

Pelaku pasar juga tentunya telah mengetahui bahwa Indonesia negara demokrasi yang wajib menjalankan proses pemilihan umum. Oleh karenanya, pelaku pasar pasti sudah mempersiapkan dirinya menghadapi masa tersebut

"Ya bagus kan, ini sesuatu proses demokrasi yang harus kita ikuti. Ini adalah satu negara berkembang yang menerapkan pemilihan presiden secara langsung, tidak banyak, Indonesia salah satunya," ucapnya.

Sebagai informasi, Joko Widodo menggandeng Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin untuk mendampinginya di Pilpres 2019. Sementara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menggandeng Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno untuk maju menjadi capres dan cawapres.


Editor : Ranto Rajagukguk