Meski Berkembang Pesat, Bisnis Insurtech Belum Diatur Pemerintah

Ade Miranti Karunia Sari ยท Jumat, 10 Agustus 2018 - 16:45 WIB
Meski Berkembang Pesat, Bisnis Insurtech Belum Diatur Pemerintah

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendukung penuh pengembangan bisnis digital di sektor kuangan non-bank. Selain financial technology (fintech), bisnis insurance technology (insurtech) kini juga tengah berkembang pesat.

"Kita mau dorong yang namanya fintech untuk meningkatkan inklusi keuangan yang targetnya 75 persen tahun 2019. Dan saya yakin akan banyak kontribusi dari PasarPolis (perusahaan insurtech) untuk mendukung target inklusi keuangan Indonesia," ujar Menkominfo Rudiantara saat ditemui dalam acara insurtech di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua bidang Hubungan Internasional Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Christian Wirawan Wanandi mengakui, meski sudah berkembang, belum ada yang mengatur secara khusus bisnis insurtech di Tanah Air. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menggodok aturan dan skema yang tepat untuk mengawasi bisnis ini ke depannya.

Christian menambahkan, OJK sendiri masih menemukan masalah terkait transparansi data dan dana masyarakat yang memanfaatkan produk asuransi insurtech ini. "Dari segi hukumnya OJK, kenapa masih mempertahankan hal itu. Ya itu tantangannya, masa gini-gini hardcopy harus dikirim diterima mungkin ada pandangan lain. Kalau saya rasa lebih baik terbuka saja apa yang bisa mereka kasih untuk inovasi ini," kata Christian.

Namun, dia berharap OJK tetap mendukung pengembangan teknologi tanpa membatasi perusahaan digital yang bergerak di bidang asuransi. "Kalau mereka belum apa-apa sudah pagar-pagarin, bagaimana mau berkembang," ucapnya.

Insurtech yang kini tengah beroperasional adalah PasarPolis, sebuah perusahaan penyedia jasa asuransi digital. PasarPolis juga telah menggandeng tiga perusahaan unicorn, yaitu Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia.

CEO dan Founder GoJek Nadiem Makarim turut mendukung pemanfaatan teknologi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama stretegis tersebut menurutnya memberikan manfaat kepada para pengemudi Go-Jek dapat mengakses layanan asuransi dengan premi terjangkau.

"Hal ini akan sangat bermanfaat bagi mitra kami, khususnya melindungi dari risiko saat bekerja. Saat ini, sudah ada 250.000 mitra kami yang memanfaatkan program asuransi yang ditawarkan PasarPolis," ujarnya.


Editor : Ranto Rajagukguk