Neraca Pembayaran RI Defisit 4,3 Miliar Dolar AS di Triwulan II-2018

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 10 Agustus 2018 - 20:04 WIB
Neraca Pembayaran RI Defisit 4,3 Miliar Dolar AS di Triwulan II-2018

Bank Indonesia (BI) mencatat pada triwulan II-2018 Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami defisit 4,3 miliar dolar AS. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) mencatat pada triwulan II-2018 Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami defisit 4,3 miliar dolar AS. Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2018 menjadi sebesar 119,8 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik BI Yati Kurniati mengatakan, jumlah cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah. Selain itu, berada di atas standar kecukupan internasional sebesar tiga bulan impor.

"Ke depan, kinerja NPI diperkirakan masih tetap baik dan dapat terus menopang ketahanan sektor eksternal," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

BI memperkirakan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) selama 2018 masih dalam batas aman atau tidak melebihi 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk itu, pemerintah mengupayakan beberapa langkah melalui kebijakan memperkuat ekspor dan mengendalikan impor melalui peningkatan import substitution.

"Pemerintah juga terus memperkuat sektor pariwisata, terutama di empat daerah wisata prioritas untuk mendukung neraca transaksi berjalan," kata dia.

Ia melanjutkan, BI akan terus mencermati perkembangan global yang dapat memengaruhi prospek NPI. Di antaranya seperti ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi, kecenderungan penerapan inward-oriented trade policy di sejumlah negara, dan kenaikan harga minyak dunia.

"BI juga terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi, serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah dalam mendorong kelanjutan reformasi struktural," ucapnya.

Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada triwulan II-2018 tercatat 8 miliar dolar AS atau 3 persen dari PDB. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan defisit triwulan I-2018 sebesar 5,7 miliar dolar AS atau 2,2 persen dari PDB.

Menurut dia, peningkatan ini terjadi akibat adanya peningkatan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut didorong oleh peningkatan konsumsi dan investasi di mana sektor yang paling berkontribusi adalah sektor manufaktur.

"Sejalan dengan peningkatan ekonomi, defisit transaksi berjalan pada triwulan I-2018 naik. Overall, Semester I-2018 defisit transaksi berjalan masih aman di level 2,6 persen dari PDB," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Jumat (10/8/2018).


Editor : Ranto Rajagukguk