Siapkan Bandara Soetta 2, Menteri Rini Akan Beraudiensi dengan Menhub

Isna Rifka Sri Rahayu · Sabtu, 11 Agustus 2018 - 14:10 WIB
Siapkan Bandara Soetta 2, Menteri Rini Akan Beraudiensi dengan Menhub

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berencana menunjuk PT Angkasa Pura II (Persero) untuk membangun bandar udara (bandara) kedua di Jakarta yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) 2. Pasalnya, kapasitas penampungan pengunjung Bandara Soekarno Hatta sudah membeludak.

"Kita harus beraudiensi dengan Pak Menhub untuk mebangun second airport untuk ibu kota kita," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (11/8/2018).

Ia melanjutkan, meskipun saat ini Bandara Soekarno-Hatta terus ditingkatkan kapasitasnya dengan membangun terminal 4, namun tidak akan dapat menampung sekitar 80 juta pengunjung pada tahun ini. Sementara kapasitas Bandara Soekarno-Hatta saat ini hanya 43 juta.

"Saya mendorong AP II bangun bandara di tempat lain karena di sini tidak memungkinkan. Kalau meningkatkan semua terminal tidak akan mengejar ketertinggalan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, rencana ini sudah mulai dipersiapkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Saat ini, pihaknya tengah berfokus pada pembangunan runway (landasan pacu) 3 dan Terminal 4. Tapi, ia yakin masih tidak dapat menampung lonjakan pengunjung.

"Soekarno-Hatta 2 sudah mulai dipersiapkan Bu Rini sangat eager (bersemangat). Kami tidak akan bisa tumbuh sebelum runway selesai dan terminal 4 selesai," ucapnya.

AP II juga berencana menerapkan low cost carier terminal (LCCT) di terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta. Pasalnya, pemerintah ingin mendorong pertumbuhan traffic pariwisata agar dapat mengerek pertumbuhan ekonomi.

Awaluddin mengatakan, terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta ini akan difokuskan menjadi terminal maskapai berbiaya rendah untuk penerbangan domestik. Sementara terminal 2 akan dijadikan LCCT untuk penerbangan domestik dan internasional.

"Soekarno-Hatta itu sudah pasti. Saya sendiri sudah melaporkan kepada tiga menteri yaitu, Menteri Pariwisata, Menteri BUMN, dan Menteri Perhubungan," ujarnya.

Ia menjelaskan, alasan diperlukannya LCCT ini karena 75 persen wisatawan asing sangat bergantung pada transportasi udara. Kedatangan wisman ini tentu dapat mendorong industri pariwisata sehingga meningkatkan Gross Domestic Product (GDP).


Editor : Ranto Rajagukguk