Dibangun di 2020, Bandara Soetta 2 Butuhkan Investasi Rp100 Triliun

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Sabtu, 11 Agustus 2018 - 16:13 WIB
Dibangun di 2020, Bandara Soetta 2 Butuhkan Investasi Rp100 Triliun

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berencana membangun Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) 2 pada 2020. Hal ini dikarenakan kapasitas pengunjung Bandara Soekarno-Hatta sudah membeludak meskipun terus diperbesar kapasitasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan bandara yang nantinya akan menyediakan penerbangan internasional ini memakan biaya lebih dari Rp100 triliun. Namun, ia belum memastikan apakah dalam pembiayaannya akan mengundang investor swasta.

"Bisa iya bisa tidak (mengundang investor swasta), tergantung. Mungkin lebih dari Rp100 triliun kali ya," ujarnya di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Sabtu (11/8/2018).

Nantinya lokasi bandara ini berada di sebelah utara Bandara Soekarno-Hatta atau lebih tepatnya berjarak 10 kilometer. Kemudian pembangunan diperkirakan sebagian akan berada di atas laut.

"Lokasinya di utara dari Soekarno-Hatta. Sebagiannya laut sebagiannya tidak. Targetnya mungkin kita akan mulai dua tahun lagi," kata dia.

Kedekatan lokasi antara bandara yang lama dan yang akan dibangun karena kedua bandara tersebut harus saling terkoneksi. Pasalnya, Bandara Soekarno-Hatta 2 ini dibangun memang untuk membantu kapasitas pengunjung bandara lama yang sudah berlebih.

"Ini musti terkoneksi tidak boleh sendiri-sendiri," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, saat ini PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator bandara tengah membicarakan konsep pembangunan Bandara Soekarno-Hatta 2 dengan Menteri Perhubungan, termasuk  air traffic.

Dengan dekatnya jarak antara kedua bandara tersebut, maka diperlukan pengaturan lalu lintas udara (air traffic) yang matang. Hal ini sangat perlu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam penerbangan yang bisa menyebabkan kecelakaan.

"Sudah mulai bicarakan dengan Pak Menhub karena tidak terlepas dengan air trafficnya karena air traffic harus paralel dengan Soekarno Hatta 1. Mungkin sudah siap. Itu tidak terlalu lama (merampungkan) air trafficnya," tutur Rini.

Ia melanjutkan, meskipun saat ini Bandara Soekarno-Hatta terus ditingkatkan kapasitasnya dengan membangun terminal 4, namun tidak akan dapat menampung sekitar 80 juta pengunjung pada tahun ini. Sementara kapasitas Bandara Soekarno-Hatta saat ini hanya 43 juta.

"Saya mendorong AP II bangun bandara di tempat lain karena di sini tidak memungkinkan. Kalau meningkatkan semua terminal tidak akan mengejar ketertinggalan," ujarnya.


Editor : Ranto Rajagukguk