Punya Peran Krusial, 3 BUMN Ini Diawasi Ketat Menteri Rini

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Sabtu, 11 Agustus 2018 - 22:12 WIB
Punya Peran Krusial, 3 BUMN Ini Diawasi Ketat Menteri Rini

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

TANGERANG, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengakui cukup mengontrol ketat kinerja PT Angkasa Pura II (Persero). Pasalnya, perusahaan pelat merah penerbangan ini menjadi operator Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

"Saya memang paling cerewet ke AP 2 karena AP 2 membawahi Soekarno Hatta yang merupakan hal pertama dilihat dari Indonesia, bukan hanya orang luar negeri tapi juga orang Indonesia," ujarnya di Bandara Soetta, Tangerang, Sabtu (11/8/2018).

Sebagai bandara terbesar di Indonesia, Soetta menjadi tujuan utama dari wisatawan asing maupun domestik karena terletak dekat provinsi DKI Jakarta. Dengan demikian, bandara ini menjadi contoh utama dari bandara-bandara di seluruh Indonesia.

"Karena semuanya pasti ingin ke Ibu Kota walaupun umpamanya sudah bisa dari Makasar ke Manado tapi mereka pasti suatu hari mau ke Jakarta," kata dia.

Selain AP II, ia juga mengaku cerewet kepada PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Telkomunikasi Indonesia (Persero). Pasalnya, ketiga BUMN ini penting bagi konektivitas untuk Indonesia sebagai negara kepulauan.

AP I dan AP II yang dapat menyambungkan antardaerah melalui transportasi udara dan Telkom yang menyambungkan melalui komunikasi digital. Hal ini agar konektivitas antarmasyarakat yang dipisahkan pulau dapat terjalin dengan baik.

"Kita negara kepulauan sehingga konektivitas harus dibangun supaya bisa dibangun dengan koneksi udara dan digital makanya yang saya dorong investasinya adalah AP II, AP I dan Telkom sehingga masyarakat jadi bisa saling mengenal," ucapnya.

Kendati demikian, transportasi udara masih tetap penting meski ke depannya akan semakin berkurang. Fungsi kapal diperkirakan akan berubah dari transportasi umum untuk hubungkan antar pulau menjadi sarana menuju tempat rekreasi.

"Kapal akan penting tapi akan berkurang tapi kapal akan menjadi leisure (rekreasi)," ucap Rini.


Editor : Ranto Rajagukguk