Erdogan Kembali Kritik Sistem Suku Bunga karena Jadi Alat Penindasan

Rahmat Fiansyah ยท Minggu, 12 Agustus 2018 - 13:18 WIB
Erdogan Kembali Kritik Sistem Suku Bunga karena Jadi Alat Penindasan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP/Adem Altan)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

RIZE, iNews.id – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan kembali mengkritik sistem suku bunga karena menjadi alat penindasan, sehingga harus ditekan serendah mungkin.

“Suku bunga harus tetap di level minimal karena merupakan alat eksploitasi yang membuat orang miskin semakin miskin dan orang kaya semakin kaya,” kata Erdogan dikutip dari AFP, Minggu (12/8/2018).

Saat ini, bank sentral Turki tengah berada dalam tekanan untuk menaikkan suku bunga di tengah tingginya inflasi dan melemahnya mata uang. Lira, mata uang Turki, anjlok 16 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat lalu.

Presiden AS, Donald Trump mengatakan, Amerika akan menaikkan tarif impor dua kali lipat untuk baja dan aluminium yang berasal dari Turki. Pernyataan Trump menambah tekanan pada ekonomi Turki yang tengah dililit masalah.

“Mereka yang menantang negara seperti Turki atas dasar pertimbangan yang picik akan menanggung akibatnya,” kata Erdogan.

Mantan Wali Kota Istanbul itu tidak akan mematuhi negara yang mendeklarasikan perang ekonomi terhadap dunia sekaligus menegaskan tidak pernah takut terhadap sanksi dari negara manapun. Selain itu, dia juga menuding sistem kurs dijadikan senjata untuk menyerang Turki.

“Kita sama-sama tahu isunya bukan dolar, euro, atau emas, tapi itu peluru, meriam, dan misil untuk perang ekonomi melawan kami,” ujar Erdogan.

Kritik Erdogan terhadap suku bunga bukan pertama kalinya dilakukan. Pada pertengahan Mei 2018, dia juga menyebut, suku bunga sebagai “ayah dan ibu dari segala kejahatan.” Saat itu, komentar tersebut membuat lira tertekan.


Editor : Rahmat Fiansyah