Janji Prabowo Menghapus Kemiskinan Dinilai Berlebihan

Ade Miranti Karunia Sari ยท Minggu, 12 Agustus 2018 - 16:31 WIB
Janji Prabowo Menghapus Kemiskinan Dinilai Berlebihan

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) melakukan salam komando di atas podium usai pendaftaran di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). (Foto: Ant/Akbar Nugoroho)

JAKARTA, iNews.id – Janji bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto menghapus kemiskinan di Indonesia dinilai mustahil bisa diwujudkan.

Direktur Riset Center of Reform On Economic (CORE) Indonesia, Piter Abdullah Redjalam menilai, pidato Prabowo yang ingin membuat kemiskinan hilang terlalu berlebihan.

“Siapapun presidennya, me-nol-kan kemiskinan itu tidak mungkin. Kaya miskin itu sunatullah, hukum alam, sama seperti siang dan malam. Yang seharusnya menjadi target kandidat adalah mengurangi kemiskinan dan memberikan bantuan kepada mereka yang tetap miskin. Ini yang dilakukan banyak negara maju,” ujarnya kepada iNews.id, Minggu (12/8/2018).

Piter menyayangkan pernyataan calon pemimpin negeri yang tidak masuk akal dan tidak mendidik masyarakat. Dia pun mendorong supaya capres dan calon wakil presiden (cawapres) mengeluarkan argumentasi berbasis fakta dan data.

“Mana ada di dunia ini negara yang orang miskinnya nol. Janji ini tidak mendidik karena saya melihatnya hanya mengajak bermimpi tanpa ada gambaran bagaimana mewujudkannya,” katanya. 

Menurut dia, siapapun capres-cawapresnya, harus menjual konsep tentang apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki kondisi saat ini dengan target-target yang terukur dan mungkin diwujudkan.

“Siapapun presidennya akan lebih baik bila konsep yang dijual lebih ke program, bagaimana mengurangi jumlah orang miskin dan orang mendekati miskin. Program untuk mengentaskan orang miskin seperti apa dan program mengentaskan masyarakat yang mendekati miskin seperti apa,” kata Piter.

Sebelumnya, usai mendaftar bersama Sandiaga Uno ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai capres dan cawapres 2019, Prabowo mengutarakan niatnya untuk mengabdi kepada bangsa Indonesia namun dengan izin rakyat. Saat itu, Prabowo sempat menyinggung soal kemiskinan di Indonesia.

“Kami ingin berbakti hingga tidak ada orang yang lapar di Indonesia, tidak boleh ada orang miskin di Indonesia,” ucap Prabowo.  


Editor : Rahmat Fiansyah