Pekan Depan, IHSG Masih Dibayangi Aksi Jual

Ade Miranti Karunia Sari · Minggu, 12 Agustus 2018 - 19:16 WIB
Pekan Depan, IHSG Masih Dibayangi Aksi Jual

ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ke depan diprediksi masih berada dalam bayang-bayang aksi jual.

Senior Analyst CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, IHSG diprediksi berada pada kisaran support 6.023-6.038 dan resisten 6.118-6.129. Secara teknikal, inverted hammer bersinggungan dengan area middle Bollinger band. MACD bergerak naik. RSI, Stochastic, and William’s %R masih berada di sekitar area oversold dan cenderung tertahan naik.

“Pergerakan IHSG yang menguat terbatas sepanjang pekan kemarin seiring dengan adanya sentimen negatif yang lebih dominan dibandingkan sentimen positif di awal pekan. Aksi jualpun diperkirakan akan kembali terjadi, terutama jika laju Rupiah tidak mampu bertahan positif seiring penguatan laju dolar AS,” kata Reza melalui keterangan tertulis, Minggu (12/8/2018).

Kendati demikian, kata dia, sentimen regional diharapkan positif sehingga pergerakan IHSG bisa ikut positif untuk mengimbangi potensi pelemahan yang terjadi. Jika tidak, kata dia, dia menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap sentimen yang dapat membuat laju IHSG kembali melemah.

Sebelumnya, pergerakan IHSG di pekan kemarin naik 1,16 persen atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang naik 0,31 persen. Adapun high level yang diraih mencapai 6117,29 di atas sebelumnya di 6055,07 dan level terendah yang dicapai mencapai 6059,99 dari sebelumnya 5994,04.

“Pergerakan pasar saham sepanjang pekan lalu mampu kembali melanjutkan kenaikannya seiring dengan adanya penguatan yang cukup signifikan di awal pekan. Laju IHSG mendapat sentimen positif dari rilis kenaikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang di atas estimasi pelaku pasar dan dibarengi dengan penguatan rupiah,” ucap Reza.

Meski demikian, penguatan yang terjadi tidak mampu bertahan lama bahkan hingga akhir pekan seiring adanya rilis penurunan cadangan devisa, melebarnya defisit neraca pembayaran, hingga imbas melemahnya sejumlah mata uang terhadap dolar AS karena terpengaruh penurunan tajam dari mata uang lira Turki.

Sementara, pergerakan mata uang asing mencatatkan nilai transaksi penjualan mata uang asing sebesar Rp825,32 miliar dari pekan sebelumnya dengan hasil transaksi pembelian mata uang Rp1,13 triliun. Mulai adanya aksi jual kian menambah nilai penjualan bersih investor asing sehingga masih tercatat jual bersih (net sell) Rp48,84 triliun di atas sebelumnya yang masih net sell Rp48,02 triliun.


Editor : Rahmat Fiansyah

TAG : ihsg