IHSG Berpeluang Terkoreksi, 8 Saham Ini Layak Dikoleksi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 13 Agustus 2018 - 07:42 WIB
IHSG Berpeluang Terkoreksi, 8 Saham Ini Layak Dikoleksi

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan bergerak melemah. Adapun IHSG akan melaju dengan rentang pergerakan 6.000-6.110.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal sinyal bearish masih mengintai IHSG. Setelah IHSG tidak mampu menguji level MA200 sebagai resistance.

Sementara, indikator Stochastic bergerak pada pola dead-cross di area jenuh beli sedangkan pergerakan Relative Strength Index (RSI) bergerak bearish reversal momentum. "Diperkirakan IHSG akan sedikit tertekan di awal pekan dengan rentang pergerakan 6.000-6.110," ujarnya dalam riset tertulisnya, Senin (13/8/2018).

IHSG menutup pekan sebelumnya dengan penguatan 0,19 persen atau 11,92 poin ke level 6.077 dengan saham sektor properti dan konsumer menjadi faktor pendorong penguatan. Investor asing tercatat net sell Rp650,02 miliar.

Menurut dia, naiknya indeks perumahan di angka 205,77 di kuartal II-2018 menjadi faktor utama penguatan IHSG di pekan lalu. Namun, angka tersebut masih rendah di banding kuartal sebelumnya yang tumbuh 3,69 persen sedangkan saat ini hanya tumbuh 3,26 persen.

Ia melanjutkan, kondusivitas faktor politik setelah dua calon presiden dan wakilnya resmi terdaftar mampu mendasari pergerakan di zona positif. Meskipun di saat yang sama data neraca pembayaran dilaporkan melebar namun Bank Indonesia (BI) memprediksi tahun ini masih tetap di zona aman.

Mengakhiri pekan lalu, mayoritas saham di Asia terpukul mundur dengan Indeks Nikkei (-1,33 persen), TOPIX (-1,15 persen), HangSeng (-0,84 persen), dan KOSPI (-0,91 persen) ditutup turun. Sementara indeks CSI (+0,22 persen) dan IHSG (+0,19 persen) ditutup terkonsolidasi bertahan pada zona positif.

Ketegangan politik antara AS dengan negara lain, menurutnya menjadi faktor pergerakan yang cenderung bearish pada pekan ini. China terfokus pada umpan lambung tarif perdagangan AS dan tambahannya.

"(China) menuju tren penurunan ekspor dan defisit neraca perdagangan jika tidak mampu membalas (AS)," ucapnya.

Bursa saham Eropa ditutup melemah signifikan dengan indeks Eurostoxx (-1,94 persen), FTSE (-0,97 persen), dan DAX (-1,99 persen).

Ekspektasi baiknya data tingkat pengangguran dan indeks harga produsen di AS menjadi sentimen negatif karena akan memberi sinyal pada tingkat inflasi dan agresifitas The Fed pada kebijakan suku bunganya. "Sentimen selanjutnya di pekan ini akan ramai dengan data tingkat inflasi," tuturnya.

Adapun saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya BSDE, DILD, RALS, CTRA, ERAA, LTLS, SMBR, dan TRAM.


Editor : Ranto Rajagukguk