Darmin Sebut Lama Penundaan Proyek Infrastruktur Tergantung Kebutuhan

Ade Miranti Karunia Sari ยท Jumat, 14 September 2018 - 17:34 WIB
Darmin Sebut Lama Penundaan Proyek Infrastruktur Tergantung Kebutuhan

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution. (Foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah masih menggodok penundaan proyek infrastruktur, termasuk jangka waktu penundaan dan mana saja proyek-proyek yang ditunda. Penundaan proyek ini untuk menekan impor sehingga defisit transaksi berjalan bisa dipangkas.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, pemerintah tidak bisa memukul rata jangka waktu penundaan untuk semua proyek infrastruktur, khususnya proyek strategis nasional (PSN).

"Harus dihitung ditundanya berapa lama, setiap proyek itu kan tidak bisa ditunda ramai-ramai lima tahun gitu. Misal listrik, ramai-ramai digeser 5 tahun, nanti kalau tahun ketiga kurang bagaimana? Repot itu namanya," ujar Menko di kantornya, Jakarta, Jumat (14/9/2019).

BACA JUGA:

Masih Diseleksi, Proyek Infrastruktur Akan Ditunda hingga 3 Tahun

Proyek Strategis Ditunda, Menko Darmin Pilih Selamatkan Rupiah 

Dengan kata lain, kata Menko, lama penundaan proyek harus disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah. Bahkan, tak tertutup kemungkinan ada proyek yang ditunda lebih dari lima tahun kalau belum diperlukan. "Kalau perlu ditunda sampai 5 sampai 6 tahun ya dilakukan," katanya.

Namun, lanjut Menko, proyek yang mendesak dibangun nantinya tidak akan ditunda terlalu lama. Selain itu, penundaan juga dilakukan secara bertahap, tidak bisa serempak. "Tergantung kebutuhannya, kalau di list ada 10 atau 12, misalnya, tahun depan ditunda dua, tahun depan lagi dua atau tiga," tuturnya.

Yang jelas, Mantan Gubernur Bank Indonesia itu kembali memastikan proyek yang ditunda adalah proyek yang belum mencapai tahap financial closing. Semua PSN akan dikaji, bukan hanya proyek pembangkit listrik dan migas yang selama ini dikenal tinggi kandungan impor.

"Bisa juga yang lain, tergantung jika proyek itu masih persiapan (belum financial closing)," ujarnya.


Editor : Rahmat Fiansyah