Menkeu Sebut Ekonomi Indonesia Masih Sehat, Ini Buktinya

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 14 September 2018 - 20:17 WIB
Menkeu Sebut Ekonomi Indonesia Masih Sehat, Ini Buktinya

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Indrawati menyebut ekonomi Indonesia saat ini masih sehat.

Menkeu menyebut, ada tiga indikator untuk mendeteksi kesehatan ekonomi RI. Pertama, kenaikan harga barang dan jasa yang rendah dan stabil dalam tiga tahun terakhir. Menurut dia, rendahnya inflasi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) berhasil menjaga stabilitas harga.

"Bank Indonesia bersama pemerintah terus berupaya tingkatkan harga dari makanan komoditas yang diatur pemerintah maupun berasal dari demand dan supply terjaga," ujarnya di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

BACA JUGA: 

Sri Mulyani Sebut Urus Ekonomi seperti Memelihara Kesehatan

Menkeu Sebut Kerentanan Ekonomi RI Bukan Akibat Utang

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, sumber utama inflasi di Indonesia selama ini berasal dari harga pangan alias volatile food. Dalam tiga tahun terakhir, harga pangan stabil sehingga inflasi secara umum terkendali.

"Tahun depan sesuai pembahasan DPR kita sepakat 2019 inflasi 3,5 persen, masih tetap. Kita jaga range-nya di atas di bawah 1 persen," kata dia.

Indikator kedua, lanjut Menkeu, dapat dilihat dari kondisi perbankan. Apabila perbankan sehat, maka ekonomi juga. Sektor ini disebutnya masih sehat dilihat dari berbagai indikator seperti laju pertumbuhan kredit, Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Non-Performing Loan (NPL).

"LDR kita sudah mulai meningkat growth pertumbuhan kredit kita masuk double digit artinya bank lihat kesempatan Indonesia tumbuh dan mendukung ekspansi kreditnya," ucapnya.

Indikator ketiga bisa dilihat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu menyebut, realisasi APBN 2018 sejauh ini cukup kuat, baik dari sisi penerimaan maupun belanja. Hal ini termasuk juga realisasi dari asumsi makro.

"Penerimaan negara sampai September karena angka APBN kami menunjukkan pertumbuhan penerimaan negara naik 18,4 persen, pertumbuhan ekonomi 5,17, inflasi 3,2 persen," kata perempuan kelahiran Bandar Lampung itu.


Editor : Rahmat Fiansyah