Tak Perlu Stiker, Taksi Online Akan Pakai Kode Khusus di Pelat Nomor

Ade Miranti Karunia Sari · Jumat, 14 September 2018 - 20:52 WIB
Tak Perlu Stiker, Taksi Online Akan Pakai Kode Khusus di Pelat Nomor

ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan sedang merumuskan aturan baru untuk menggantikan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 tahun 2017 yang dicabut oleh Mahkamah Agung (MA).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi mengatakan, ada perubahan nantinya sesuai rekomendasi MA yaitu soal stiker khusus untuk taksi online.

"Untuk kendaraan taksi berbasis online nantinya tidak akan menggunakan stiker bertanda khusus. Namun, digantikan dengan nomor kode khusus. Pelatnya hitam, misal B nomor berapa mungkin nomor belakang TK. Polisi tahu itu taksi online tapi enggak pakai stiker. Nanti akan melibatkan pihak Korlantas," kata Budi di kantornya, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

BACA JUGA:

Ada Putusan MA, Kemenhub Atur Ulang Permenhub Taksi Online 

Dia mengatakan, Permenhub 108/2017 akan tetap menjadi acuan pemerintah dalam menyusun aturan baru. Apalagi, kata dia, ada sejumlah poin yang tidak dibatalkan oleh MA seperti pembatasan kuota, pembatasan wilayah operasi, tarif, dan nomor kode khusus.

Budi menambahkan, meski dibatalkan MA, Permenhub 108/2017 akan tetap berlaku dalam sebulan ke depan.

"Kalau kekosongan saya kira masih berlaku karena aturan tidak dicabut berarti masih jalan. Cuma yang tidak berlaku ada beberapa pasal tidak berlaku nanti akan saya buat PM baru lagi, kita akan anulir," tuturnya.

Aturan baru itu untuk taksi online rencananya akan diuji publik pada Oktober sehingga diharapkan bisa diterapkan secara penuh pada November 2018.

Kemenhub telah mengumpulkan 16 aliansi angkutan pengemudi taksi online untuk membicarakan perubahan aturan ini. Pada dasarnya, kata Budi, mereka sepakat untuk terlibat dalam rumusan aturan yang baru.

"Tadi kita kumpulkan 16 aliansi, ada beberapa pasal yang diterima sudah kita sampaikan, dan kesimpulan sementara, hari Senin atau Selasa, aliansi akan kita fasilitasi untuk merumuskan atau membuat semacam, mereka akan mengusulkan kepada pemerintah kira-kira apa yang dimuat di dalam peraturan baru nanti," ucapnya.


Editor : Rahmat Fiansyah