Venezuela Minta Bantuan China untuk Keluar dari Krisis Ekonomi

Rahmat Fiansyah ยท Sabtu, 15 September 2018 - 13:52 WIB
Venezuela Minta Bantuan China untuk Keluar dari Krisis Ekonomi

Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kanan) bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping (kiri) saat upacara penyambutan di Beijing. (Foto: AFP/Biro Kepresidenan Venezuela)

BEIJING, iNews.id - Venezuela meminta bantuan China untuk menolong negara petrodolar itu keluar dari jeratan krisis ekonomi.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (15/9/2018) Presiden Venezuela Nicolas Maduro mempersilakan China berinvestasi lebih banyak di negaranya, terutama di sektor energi. Pernyataan tersebut disampaikan saat Maduro berkunjung ke Beijing.

Salah satu kesepakatan yang diteken yaitu pemerintah Venezuela melepas saham Sinovensa sebesar 9,9 persen kepada China. Sinovensa merupakan perusahaan patungan pemerintah Venezuela China National Petroleum Corporation yang sebelumnya menggenggam porsi saham 40 persen.

Selain itu, China dan Venezuela juga sepakat untuk mengelola blok minyak Ayacucho di Orinoco Belt, Venezuela. China akan mengebor 300 sumur minyak dan menambah investasi 184 juta dolar AS lewat perusahaan patungan Petrozumano.

Usai bertemu Presiden China Xi Jinping, Maduro mengatakan, Venezuela ingin mengeksplorasi berbagai opsi pinjaman yang ada sekaligus mempererat relasi dengan China. Sementara Xi mengaku siap mendukung upaya pemerintah Venezuela untuk mendorong kemajuan dan stabilitas di negaranya.

BACA JUGA:

Krisis, Gaji UMR di Venezuela Tak Cukup Buat Beli 3 Cangkir Kopi

4 Negara Ini Dinilai Jadi Sasaran Perang Ekonomi AS

Presiden Venezuela Akui Gagal Kelola Ekonomi Negara

Sementara Bloomberg melaporkan, China sepakat untuk menunda pembayaran utang jatuh tempo hingga 5 miliar dolar AS kepada Venezuela.

Menteri Keuangan Venezuela Simon Zerpa mengatakan, negaranya diberikan opsi untuk membayar utang lewat dana tunai atau minyak. Selain itu, dia juga menyebut, kemungkinan adanya kerja sama pertambangan emas di Venezuela. "Venezuela memiliki hubungan yang luar biasa dengan China," kata Zerpa.

Sejak 2008, China merupakan kreditur utama bagi Venezuela yang digunakan untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur dan migas.

Meski tak ada data resmi berapa nilai pinjaman China ke Venezuela, Asdrubal Oliveros, Direktur Econalitica yang berbasis di Caracas memperkirakan angkanya mencapai 70 miliar dolar AS. Sebagian besar pinjaman itu dibayar dengan minyak.

"(Penundaan) ini memberikan nafas bagi pemerintah," kata Oliveros.


Editor : Rahmat Fiansyah