Jokowi Akan Resmikan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Akhir Bulan Ini

Rahmat Fiansyah ยท Sabtu, 15 September 2018 - 14:29 WIB
Jokowi Akan Resmikan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Akhir Bulan Ini

Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai. (Foto: Kementerian PUPR)

DENPASAR, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai.

Rencananya, proyek ini akan diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir September 2018, bersamaan dengan peresmian Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK).

“Underpass ini dibangun untuk mengurangi kemacetan di Denpasar serta mendukung pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) tahun 2018,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, melalui keterangan tertulis, Sabtu (15/9/2018).

Selama ini Simpang Tugu dikenal sebagai simpul kemacetan akibat pertemuan lalu lintas dari empat arah yakni kendaraan dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, Tol Bali Mandara, dan Kota Denpasar menuju kawasan wisata Nusa Dua dan sekitarnya.

Basuki menilai, keberadaan underpass ini sangat dinanti masyarakat karena dapat mengurangi kemacetan hingga 50 persen. Kendaraan dari Nusa Dua menuju Denpasar atau sebaliknya nantinya akan melalui underpass sehingga waktu tempuh kendaraan lebih cepat.

Selain itu, kata dia, kelancaran arus lalu lintas juga penting mendukung mobilitas para peserta konferensi selama berlangsungnya acara. Hal ini karena jumlah peserta yang hadir diperkirakan sebanyak 15 ribu orang, yang terdiri dari pejabat pemerintah, pengambil keputusan, pemimpin usaha dan akademisi.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII I Ketut Darmawahana mengatakan, salah satu tantangan dalam pembangunan underpass tersebut adalah lokasinya yang berdekatan dengan bandara.

"Sehingga tidak dapat menggunakan peralatan konstruksi yang terlalu tinggi karena dikhawatirkan mengganggu pesawat yang hendak terbang dan mendarat,” katanya.

Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai memiliki panjang 712 meter, lebar 16 meter, dan tinggi 5,2 meter. Pembangunan telah dimulai sejak September 2017, dengan nilai Rp 168,3 miliar melalui anggaran BBPJN VIII, Ditjen Bina Marga.

Konstruksi proyek ini dikerjakan oleh konsorsium yang terdiri dari PT. Adhi Karya (Persero) Tbk - PT. Nindya Karya (Persero) -PT. Wira KSO. Sementara konsultan supervisinya yaitu PT. Wira Widyatama, PT. Aria Jasa Reksatama, dan PT. Tata Guna Patria (Joint Operation).

Desain undepass juga mengakomodir ornamen-ornamen budaya Bali yang dapat dirasakan pada saat kendaraan masuk underpass serta pada dinding underpass.


Editor : Rahmat Fiansyah