Kepala Bappenas Sebut Ekonomi 2018 Masih Bisa Tumbuh 5,2 Persen

Ade Miranti Karunia Sari ยท Kamis, 15 September 2018 - 14:59 WIB
Kepala Bappenas Sebut Ekonomi 2018 Masih Bisa Tumbuh 5,2 Persen

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang PS Brodjonegoro. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) optimistis pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun ini mencapai 5,2 persen.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengakui pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpengaruh pada laju pertumbuhan ekonomi.

"Karena setelah semester satu kita 5,15, maka semester dua memang ada tekanan dari rupiah, tapi kita melihat pertumbuhan konsumsi masih cukup bagus dan Asian Games maupun nanti World Bank-IMF akan memberikan pengaruh positif tambahan," ujar Bambang di Jakarta, Sabtu (15/9/2018).

BACA JUGA:

Menkeu Sebut Ekonomi Indonesia Masih Sehat, Ini Buktinya

Menkeu Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Tak Capai Target

Mantan Menteri Keuangan itu menambahkan, pemerintah bersama Bank Indonesia juga terus berupaya menstabilkan kurs rupiah. Dia menilai, meski dipengaruhi faktor eksternal, pemerintah tidak akan tinggal diam.

"Pergerakan rupiah akan fluktuatif mengikuti perkembangan dari penguatan dolar itu sendiri, dan tergantung juga pada keseriusan pemerintah untuk terus menjaga defisit transaksi berjalan pada level yang dianggap aman," katanya.

Bambang mengatakan, upaya pemerintah menekan defisit transaksi berjalan terus dilakukan, termasuk lewat perluasan mandatori biodiesel 20 persen alias B20 mampu. Hingga akhir tahun ini, dia memperkirakan impor bisa berkurang 2-3 miliar dolar AS lewat kebijakan B20.

"CAD itu yang paling besar membuat defisit adalaglh defisit neraca perdagangan khususnya migas. Jadi, ya kita harus mengupayakan agar impor migas tidak sebesar saat ini. Salah satunya dengan penerapan B20. Paling tidak impor minyak diesel bisa dikurangi dengan campuran B20 tersebut," ujarnya.

Selain itu, langkah mengurangi impor juga dilakukan dengan menaikkan pajak penghasilan (pph) impor pasal 22 untuk 1.147 pos tarif.

"Tentunya harus ada hitungannya, tapi mudah-mudahan sampai akhir tahun ini akan bisa menjaga defisit transaksi berjalan di bawah 3 persen," ucapnya.

 


Editor : Rahmat Fiansyah