Manulife: Asing Kabur, Valuasi Pasar Saham RI Makin Menarik

Ade Miranti Karunia Sari ยท Sabtu, 15 September 2018 - 15:23 WIB
Manulife: Asing Kabur, Valuasi Pasar Saham RI Makin Menarik

ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - PT Manulife Asset Management menyebut, valuasi pasar saham Indonesia semakin atraktif setelah investor asing melakukan aksi jual (net sell) besar-besaran tahun ini.

Data RTI menunjukkan investor asing terus melakukan net sell. Pada minggu ini, investor asing mencatat net sell Rp1,03 triliun di seluruh pasar sementara sejak awal tahun sudah keluar Rp53,37 triliun.

"Valuasi dari pasar saham Indonesia semakin atraktif, di mana kalau kita lihat posisi investor asing terhadap pasar saham Indonesia boleh dikatakan lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga diharapkan tekanan jual asing pun juga akan berkurang," ujar Krizia Maulana, Investment Specialist Manulife Asset Management lewat keterangan tertulis, Sabtu (15/9/2018).

BACA JUGA:

BEI Sebut IHSG Tetap Bertahan meski Investor Asing Kabur

Kendati demikian, Krizia menilai, pasar saham butuh iklim dan sentimen yang positif untuk bergerak lebih tinggi ke depan. Pasalnya, hingga akhir Agustus 2018, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan obligasi masih minus masing-masing 5,31 persen dan 4,79 persen.

Yang utama, kata Krizia, yaitu stabilitas kurs rupiah. Dia berharap Bank Indonesia terus aktif menjaga kurs rupiah karena investor membutuhkan stabilitas.

Namun, Krezia mengatakan, faktor positif datang dari performa APBN. Kinerja anggaran tahun ini disebutnya makin sehat karena pertumbuhan pendapatan negara lebih cepat daripada belanja negara meski masih defisit. Per 31 Juli 2018, penerimaan pajak tumbuh 14 persen sementara belanja negara tumbuh 7 persen. Dia juga mengapresiasi RAPBN 2019 yang makin kredibel.

Selain itu, Krezia menyebut, stabilitas politik juga tak kalah penting untuk menopang kinerja saham. Dia berharap, faktor-faktor tersebut bisa mendorong pasar saham lebih kuat menghadapi guncangan eksternal


Editor : Rahmat Fiansyah