Driver Nantikan Aplikasi Transportasi Online Milik Kemenhub

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Minggu, 16 September 2018 - 10:49 WIB
Driver Nantikan Aplikasi Transportasi Online Milik Kemenhub

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mempercepat realisasi program aplikasi jasa transportasi online. Pasalnya, wacana ini merupakan angin segar bagi para anggotanya.

Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, pihaknya berharap Kemenhub merealisasikan wacana tersebut secara bertahap. Misalnya dengan memulai realisasi dari taksi online terlebih dahulu.

"Wacana Kementerian Perhubungan RI membuat transportasi online berbasis aplikasi merupakan angin segar bagi para pengemudi transportasi online yang selama ini merasakan perlakuan mekanisme usaha yang tidak adil dari perusahaan aplikasi swasta nasional dan asing," ujarnya dari keterangan resmi yang diterima iNews.id, Minggu (16/9/2018).

Ketua Umum Perkumpulan Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia (PPTJDI) ini juga mengharapkan adanya regulasi undang-undang yang melindungi dan memperkuat peran maupun kedudukan hukum transportasi online berbasis aplikasi, baik untuk taksi online maupun ojek online.

Aplikasi transportasi online yang sedang disiapkan oleh Direktorat Angkutan Multi Moda Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub ini diharapkan menjadi barometer persaingan bisnis yang sehat antar-perusahaan aplikasi yang sudah ada saat ini seperti Go-Jek dan Grab.

"Kami yakin, ke depannya masyarakat akan mempunyai banyak pilihan aplikasi penyedia transportasi online, yang akan bersaing secara sehat dengan mengutamakan layanan yang terbaik bagi penumpang maupun meningkatkan kesejahteraan bagi pengemudinya," ucapnya.

Sebelumnya, ia menyampaikan cetak biru (blue print) program transportasi online berbasis teknologi aplikasi. Hal tersebut meliputi konsep kerja, konsep bisnis maupun konsep kemitraan saat pertemuan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

"PPTJDI mengajukan program dibentuknya mekanisme transportasi online berbasis aplikasi yang mengakomodir kebutuhan untuk masyarakat pengguna, perusahaan penyedia aplikasi, pengemudi transportasi online maupun pemerintah," tulisnya.

Direktur Angkutan dan Multimoda Kemenhub Ahmad Yani belum bisa memastikan kapan aplikasi itu diluncurkan. Dia hanya mengatakan, jika terwujud, aplikasi ini akan dikelola oleh pemerintah lewat Kementerian BUMN.

"Kita akan coba melakukan penyiapan bersama-sama dengan Telkom. Jadi, yang menggarap BUMN harapannya. Sementara ini kita sudah berbicara dengan Telkom," kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat (14/9/2018).


Editor : Ranto Rajagukguk