Terminal BBM Tanjung Uban Pertamina Salurkan B20

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Minggu, 16 September 2018 - 12:35 WIB
Terminal BBM Tanjung Uban Pertamina Salurkan B20

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

BINTAN, iNews.id - PT Pertamina (Persero) memiliki 10 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Utama yang menerima Fatty Acid Methyl Eter (FAME) dan menyalurkan biodiesel 20 persen (B20) ke TBBM di sekitarnya. Salah satunya Terminal BBM Tanjung Uban, di Bintan.

Direktur Logisitk Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo, menjelaskan TBBM Tanjung Uban sebagai Terminal Utama diestimasikan menyerap FAME sekitar 8.700 KL per-bulan. FAME yang diblending dengan Solar menjadi Biosolar B20, selanjutnya didistribusikan ke sejumlah TBBM sekitarnya antara lain TBBM Kijang, Kabil-Batam, dan Natuna.

“Terminal BBM Utama ini tidak hanya menyalurkan B20 ke TBBM tetapi juga melayani kebutuhan B20 untuk SPBU, SPBB (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker), dan konsumen industri setempat. Kami memiliki 10 TBBM Utama yang fungsinya sama dengan TBBM Tanjung Uban ini,” kata Gandhi Sriwidodo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/9/2018).

10 TBBM yang menjadi urat nadi penyaluran B20 Pertamina selain Tanjung Uban, yakni Surabaya, Tanjung Wangi, Manggis, Kupang, Pontianak, Makassar, Bau-Bau, Bitung dan  Wayame Ambon.

Terminal BBM Tanjung Uban dibangun di atas area seluas 247 hektare. Terminal BBM Tanjung Uban, lanjut Gandhi, saat ini memiliki tangki timbun dengan kapasitas total sekitar 200.000 KL, dilengkapi dengan fasilitas blending, dan diperkuat dengan tujuh dermaga untuk operasional penerimaan dan pengiriman berbagai produk BBM dan LPG.

Selain Biosolar B20, TBBM Tanjung Uban ini juga menyalurkan bahan bakar jenis Premium, Kerosine, dan Pertamax Turbo yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan BBM di Sumatera bagian utara, Sumatera bagian selatan, dan Kalimantan Barat.

“Tanjung Ubah memiliki peran yang sangat strategis untuk menyediakan energi, khususnya BBM bagi masyarakat di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, dan sekitarnya,” katanya


Editor : Ranto Rajagukguk