Lihat Peluang Pasar, 3 Orang Ini Geluti Bisnis Fashion Disabilitas

Isna Rifka Sri Rahayu · Minggu, 16 September 2018 - 18:08 WIB
Lihat Peluang Pasar, 3 Orang Ini Geluti Bisnis Fashion Disabilitas

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat sebanyak 1,5 miliar orang di seluruh dunia memiliki beberapa kekurangan fisik. Bahkan seiring bertambahnya generasi, maka semakin banyak orang yang bergabung dalam populasi tersebut.

Sementara itu, berdasarkan data sebuah perusahaan riset ekonomi, Return on Disability Group, pada tahun 2016 tercatat pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income) di Amerika Serikat  adalah 465 miliar dolar AS. Meskipun memiliki daya beli yang menjanjikan, perusahaan fashion dan desain sebagian besar mengabaikan kebutuhan orang-orang yang hidup dengan disabilitas.

Namun, persepsi ini bisa saja berubah. Kini ada tiga orang muda yang hidup dengan kekurangan fisik yang menjadi pendukung para penyandang disabilitas, yaitu model fashion Jillian Mercado, model serta binaragawan Nick Santonastasso, dan inclusive designer Christina Mallon.

Masing-masing dari mereka mengatakan bahwa selama ini telah kesulitan menemukan pakaian dan aksesoris yang sesuai dengan tipe tubuhnya. Keterbatasan ini, membuat mereka tak dapat lepas dari bantuan keluarga maupun teman untuk menangani kegiatan sehari-hari sehingga memerlukan trik khusus untuk diri sendiri.

"Aku tidak bisa apa-apa jika ada perubahan kecil yang terjadi pada lingkungan di sekitarku," ujarnya inclusive designer Christina Mallon kepada CNBC, Minggu (16/9/2018).

Lengan Mallon menjadi lumpuh karena alasan yang tidak dapat dikemukakan oleh dokter sejak ia berusia 26 tahun. Saat ini, ia bekerja sebagai anggota dewan di sebuah program penelitian dan pengembangan yang dikeluarkan dari Parsons School of Design New York bernama Open Style Lab.

Laboratorium ini memasangkan penyandang disabilitas dengan desainer, ahli terapi, dan insinyur untuk bersama-sama menciptakan solusi bagi penyandang disabilitas. Open Style Lab adalah salah satu dari beberapa organisasi terpilih yang bekerja langsung dengan para penyandang disabilitas.

"Apa yang kami coba lakukan adalah membuat sesuatu yang seksi juga fungsional yang dapat menghilangkan stigma kecacatan dari pakaian," kata Direktur Eksekutif Open Style Lab, Grace Jun.

Selama tiga tahun terakhir, perusahaan-perusahaan seperti Nike, Target, Zappos, dan Tommy Hilfiger telah mulai merancang pakaian yang diperuntukkan untuk membantu para penyandang disabilitas agar lebih mudah mengenakan pakaiannya.

"Kami semua memakai pakaian dan kamu akan berpikir bahwa kita semua akan memiliki kesempatan untuk merasa nyaman. Dan tidak hanya nyaman tetapi juga merasa hebat dan memiliki pilihan untuk merasa 'Wow. Aku terlihat luar biasa'," ucap Jillian Mercado.


Editor : Ranto Rajagukguk