Bank BRI dan Koran Sindo Gelar Seminar untuk Dorong Literasi Keuangan

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 18 September 2018 - 13:53 WIB
Bank BRI dan Koran Sindo Gelar Seminar untuk Dorong Literasi Keuangan

Dari kiri ke kanan: Rektor Universitas Atmajaya A. Prasetyantoko, Kepala Bagian Desk Jaringan BRILink Bank BRI Ahmad Furkon, Pemimpin Redaksi Koran Sindo Pung Purwanto, Peneliti Eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) M. Miftah, Perwakilan Agen BRILink Encep Cahyadi, dan Wakil Pemimpin Koran Sindo Djaka Susila. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan Koran Sindo menggelar seminar bertajuk Membidik Peluang Melalui Agen BRILink. Seminar ini membahas bagaimana memperdalam penetrasi inklusi keuangan Indonesia.

Kepala Bagian Desk Jaringan BRILink Bank BRI Ahmad Furkon mengatakan, acara ini merupakan wadah sosialisasi dan edukasi mengenai usaha-usaha mikro yang dibina oleh BRI di berbagai daerah, terutama daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Agen BRILink sebagai support untuk layanan transaksi perbankan, khususnya BRI di daerah 3 T itu sangat terbantu sekali dengan edukasi dan sosialisasi seperti ini," ujar Furkon di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

BRILink merupakan perluasan layanan BRI dengan menjalin kerja sama dengan nasabah sebagai agen bank yang dapat melayani kebutuhan keuangan bagi masyarakat secara real time online. Fukron menyebut, kegiatan ini penting bagi agen BRILink untuk meningkatkan literasi keuangan.

BRI hingga akhir 2018 menargetkan memiliki 500.000 agen BRILink. Sampai akhir tahun lalu, Bank BRI memiliki 279.750 agen BRILink, yang mana 78 persen di antaranya berada di Pulau Jawa dan Sumatera.

Pemimpin Redaksi Koran Sindo Pung Purwanto berharap kegiatan ini bisa menginsipirasi pengembangan usaha-usaha mikro di 3 T. Dengan begitu, perekonomian nasional bisa lebih kuat, termasuk kurs rupiah.

"Jadi, kita ingin bersama-sama untuk meramu dan menjahit potensi pariwisata atau pertumbuhan ekonomi di daerah 3T untuk membantu pelemahan rupiah," katanya.

Peneliti Eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) M. Miftah mengatakan, layanan keuangan tanpa kantor (laku pandai) seperti BRILink merupakan jawaban untuk memperluas inklusi keuangan di Indonesia.

BRILink dinilai dapat mempermudah masyarakat pedalaman untuk membantu memperkenalkan sistem keuangan. Hal ini dapat membantu masyarakat dalam membangun bisnis atau usaha di daerahnya sehingga menumbuhkan perekonomian daerah.


Editor : Rahmat Fiansyah