Pengamat Universitas Surabaya: Perlindungan UMKM Harus dari Hulu-Hilir

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Minggu, 15 April 2018 - 15:45 WIB
Pengamat Universitas Surabaya: Perlindungan UMKM Harus dari Hulu-Hilir

Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Kehadiran teknologi internet memengaruhi berbagai sektor kehidupan termasuk peralihan tren perdagangan yang semula tradisional atau offline berganti menjadi online. Produk-produk asing bisa sangat dengan mudah dipesan dan masuk ke Tanah Air, terlebih pajak baru akan dibebankan jika produk yang dibeli harganya di atas 100 dolar Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut menjadi ancaman sekaligus tantangan bagi Indonesia bagaimana menahan gempuran produk asing agar tidak memarginalkan produk lokal. Gagasan pengaturan tarif pajak belanja online asing yang didengungkan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dirasa tepat oleh pengamat ekonomi  Universitas Surabaya Bambang Budiarto.

Untuk besaran tarif pajak, menurut dia bisa didiskusikan banyak pihak, dengan berbagai stakeholder terkait. “Perlindungan ini harus dari hulu hingga hilir. Pemerintah harus ambil bagian secara aktif menjaga pasar bagi UMKM agar tidak tersisihkan oleh gempuran asing, melainkan bisa tumbuh dengan baik," ucap Bambang saat dihubungi, Kamis (12/4/2018).

Diketahui, Ketua Umum Partai Perindo HT bercuit di Twitter-nya, @Hary_Tanoe tentang aturan tarif pajak belanja online asing. “Atur tarif pajak belanja online asing, lindungi ritel dalam negeri,” katanya.

Dia menambahkan, belanja online seharusnya tidak berkompetisi dengan UMKM. Sebaliknya, harus mendorong UMKM untuk tumbuh. Salah satu caranya dengan tidak menjual produk yang bersaing dengan UMKM. Melainkan bisa membantu dengan menjual barang-barang produksi UMKM.

Jika UMKM berkembang, lapangan kerja akan tercipta. Saat ini, Indonesia yang tengah mengalami bonus demografi membutuhkan lapangan kerja agar jumlah pengangguran tidak bertambah. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menyebutkan, UMKM memberi kontribusi sangat besar terhadap ekonomi Indonesia dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 114 juta orang di hampir 58 juta unit usaha.

Dari tenaga kerja sekitar 117,68 juta orang. 96,87 persen bekerja di sektor UMKM, dengan sumbangan terhadap PDB sebesar 60,34 persen.


Editor : Ranto Rajagukguk