Indef Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2018 5,1 Persen

Ade Miranti Karunia Sari ยท Rabu, 18 April 2018 - 17:50 WIB
Indef Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2018 5,1 Persen

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Institute for Development of Economic and Finance (Indef) memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2018 mencapai 5,1 persen. Angka ini berbeda dengan proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mematok 5,2 persen.

"Mudah-mudahan saya masih berharap 5 persen lebihlah supaya memberikan optimisme ekonomi. Tapi, kalaupun dugaan saya ini 5,1 persen angka yang realistis," ucap Pengamat Ekonomi dari Indef Eko Listiyanto, di Kantor PT Indefera, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Indef pesimistis target pertumbuhan ekonomi versi pemerintah sepanjang tahun yang sebesar 5,4 persen bisa tercapai. Hal ini tercermin dari realisasi dinamiki perkembangan perekonomian nasional yang memang belum banyak perubahan.

"Pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2018, pencapaian 5,4 persen pasti susah ya," ujarnya.

Dia menyatakan, saat ini daya beli masyarakat juga masih cukup rendah dengan pertumbuhan sektor konsumsi yang tak banyak mengalami perubahan. Dengan tren pertumbuhan konsumsi yang masih melambat, otomatis perekonomian nasional juga tak akan menanjak cukup signifikan.

"Melihat inflasi yang rendah bukan karena pengendalian harga ya, tetapi karena daya belinya stuck di level 5 persenan. Kalau menurut daya konsumsinya 5 persen, ya pertumbuhan perekonomiannya juga 5 persenan," katanya.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional selama 2018 sebesar 5,22-5,41 persen dibandingkan realisasi di tahun sebelumnya yang sebesar 5,01 persen. Perkiraan ini lebih besar dari perkiraan Bank Dunia dan Bank Indonesia yang masing-masing mematok 5,3 persen serta 5,11 persen.

Sri Mulyani mengatakan, kisaran tersebut tidak terlalu lebar karena selama kuartal pertama akan berada di level 5,2 persen. "Pertumbuhah ekonomi tetap proyeksi kami di 5,4 persen, kita akan melihat dari sisi agregat demand dan supply. Keduanya akan kita lihat secara detail," ujarnya.

Ia optimistis target tersebut bisa tercapai karena kuartal kedua pemerintah akan membuat perkonomian lebih positif. Sebab, pada waktu tersebut berbarengan dengan puasa Ramadan dan Lebaran di mana tingkat konsumsi masyarakat akan meingkat secara signifkan.


Editor : Ranto Rajagukguk