Bandara Bali Utara Tidak Dilanjutkan, Menhub: Kita Masih Studi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Minggu, 04 Maret 2018 - 22:12 WIB
Bandara Bali Utara Tidak Dilanjutkan, Menhub: Kita Masih Studi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: iNews.id/Isna)

JAKARTA, iNews.id - Berdasarkan studi dari Bank Dunia dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI), pembangunan Bandar Udara (Bandara) Bali Utara belum bisa dilaksanakan. Namun, pemerintah direkomendasikan untuk mendayagunakan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi mengatakan, untuk sementara ini pembangunan bandara Bali Utara belum bisa dilanjutkan. Sebab, pihaknya tengah melakukan studi mengenai hal ini.

"Secara umum memang ada suatu studi yang akan kita lakukan terhadap Bandara Bali itu, mengenai yang ideal seperti apa," kata Budi di Jakarta International Container Terminal, Jakarta, Minggu (4/3/2018).

Sebagai informasi, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan telah melaporkan hal tersebut ke Presiden Joko Widodo. Selain itu mengenai rekomendasi untuk membangun landasan baru dan menambah tempat parkir pesawat turut dilaporkan.

Kemudian untuk mengurangi kendaraan-kendaraan yang akan masuk ke Denpasar, Bali, pemerintah diminta untuk membangun kapal roro dari Pelabuhan Banyuwangi menuju Bali Utara. Dengan demikian, akan mengurangi 30-40 persen kendaraan yang masuk.

Hal ini memupuskan keinginan masyarakat Bali untuk memiliki dua bandara internasional. Padahal Gubernur dan Wakil Gubernur Bali telah memperjuangkan pembangunan bandara ini selama empat tahun.

Sebelumnya, lamanya pemerintah mengeluarkan izin penentuan lokasi (panlok) membuat para investor menjadi tidak yakin. PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) sendiri telah menyiapkan investasi sebesar Rp27 triliun untuk pembangunan ini.

Rencananya bandara ini akan dibangun di kawasan Buleleng, Bali Utara di lepas pantainya. Lalu akan dibangun seluas 1.060 hektare dengan landasan pacu sepanjang 4.100 meter.


Editor : Ranto Rajagukguk