Buka IMF-WB Meeting, Jokowi Sebut Dunia Ibarat Serial Game of Thrones

Ade Miranti Karunia Sari ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 10:42 WIB
Buka IMF-WB Meeting, Jokowi Sebut Dunia Ibarat Serial Game of Thrones

Presiden Joko Widodo. (Foto: AFP)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan ketidakpastian global akan terus berlangsung dengan beragam risiko yang bisa menimbulkan gejolak bagi ekonomi dunia. Dalam pertemuan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Bali, Jokowi mengingatkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian.

Jokowi bercerita 10 tahun yang lalu atau tepatnya di tahun 2008 dunia mengalami krisis. Namun, berkat langkah-langkah kebijakan moneter negara-negara di dunia, situasi tersebut dapat dihadapi.

“Saudara-saudara para pembuat kebijakan telah menyelamatkan dunia dari depresi global yang pada waktu itu sudah di depan mata. Untuk itu, kami menyampaikan selamat atas kesuksesan saudara-saudara dalam mengatasi krisis finansial global tahun 2008,” kata Jokowi dalam acara Opening Plenary Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Bali Nusa Dua Convention Center Bali, Jumat (12/10/2018).

Namun dia menilai, hubungan antara negara-negara ekonomi maju kini semakin menegang. Bahkan, hubungan itu ia gambarkan seperti film serial asal Amerika Serikat (AS) ‘Game of Thrones’. Jokowi menyebut balance of power dan aliansi antar negara-negara ekonomi maju tengah mengalami keretakan.

Lemahnya kerja sama dan koordinasi dinilai telah menyebabkan terjadinya banyak masalah, seperti peningkatan drastis harga minyak mentah dan juga kekacauan di pasar mata uang yang dialami negara-negara berkembang.

“Dalam serial Game of Thrones, sejumlah Great Houses, Great Families bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih kendali the Iron Throne. Mother of Dragons menggambarkan siklus kehidupan. Perebutan kekuasaan antar para Great Houses itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda satu Great House tengah Berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan dan setelahnya, House yang lain Berjaya, dengan menjatuhkan House yang lain,” kata Jokowi.

Jokowi melanjutkan, saat para Great Houses sibuk bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari Utara. Seorang evil winter, yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia dengan es dan kehancuran. Dengan adanya kekhawatiran ancaman Evil Winter tersebut, akhirnya mereka sadar tidak penting siapa yang menduduki Iron Throne.

“Yang penting adalah kekuatan bersama untuk mengalahkan Evil Winter agar bencana global tidak terjadi. Agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda yang menyengsarakan kita semua,” ujar Jokowi.

Dengan ancaman global yang tumbuh pesat, dia menilai, yang perlu dilakukan adalah bekerja sama bukan saling berkompetisi lewat perang kebijakan. "Kita harus bertanya, apakah sekarang ini merupakaan saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Ataukah saat ini merupakan waktu yang tepat untu kerja sama dan kolaborasi?" katanya.  


Editor : Ranto Rajagukguk