Dolar AS Loyo, Kurs Rupiah Menguat ke Bawah Rp15.200 pada Akhir Pekan

Ade Miranti Karunia Sari ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:23 WIB
Dolar AS Loyo, Kurs Rupiah Menguat ke Bawah Rp15.200 pada Akhir Pekan

ilustrasi. (Foto: Ant)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah bangkit melawan dolar Amerika Serikat (AS) saat penutupan perdagangan di pasar spot pada akhir pekan, Jumat (12/10/2018) sore.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada di level Rp15.197 per dolar AS, menguat 38 poin atau 0,25 persen dibandingkan posisi kemarin di Rp15.235 per dolar AS.

Rupiah langsung dibuka menguat pada sesi pagi di Rp15.218 per dolar AS dan bergerak dalam rentang Rp15.188-15.218 per dolar AS sepanjang sesi perdagangan hari ini. Adapun sejak awal tahun, rupiah masih melemah 12,11 persen terhadap greenback.

Data Reuters juga menunjukkan, rupiah menguat 6 poin ke Rp15.224 per dolar AS dari posisi kemarin di Rp15.230 per dolar AS. Sementara sepanjang sesi perdagangan, mata uang Garuda bergerak dalam rentang Rp15.181.-15.230 per dolar AS.

Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia Jumat 12 Oktober 2018, rupiah terapresiasi 59 poin menjadi Rp15.194 per dolar AS dari posisi kemarin di Rp15.253 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, menguatnya rupiah karena data inflasi AS pada September 2018 yang lebih rendah dari estimasi para pelaku pasar. Hal tersebut mendorong dolar AS melemah. "Data AS itu menahan laju mata uangnya terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah," katanya.

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2018 tumbuh sebesar 0,1 persen, lebih rendah dari estimasi sebesar 0,2 persen dan juga lebih rendah dari bulan sebelumnya. "Data yang di bawah estimasi itu kemungkinan dapat menurunkan tingkat agresif The Fed untuk menaikkan suku bunganya," katanya.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan penurunan imbal hasil obligasi AS menjadi salah satu faktor yang menopang rupiah.


Editor : Rahmat Fiansyah

TAG : rupiah