Gandeng Taiwan, Pertamina Bangun Pabrik Petrokimia Senilai Rp97 T

Koran SINDO ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 11:10 WIB
Gandeng Taiwan, Pertamina Bangun Pabrik Petrokimia Senilai Rp97 T

ilustrasi. (Foto: AFP)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina(Persero) dan China Petroleum Corporation (CPC) Taiwan menandatangani kerja sama pengembangan proyek kompleks petrokimia senilai 6,49 miliar dolar AS atau setara Rp97,35 triliun (kurs Rp15.000).

Kerja sama ini merupakan kesepakatan bisnis terbesar yang diteken dalam Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 di Bali. Kedua perusahaan migas itu akan membangun pabrik nafta cracker dan unit pengembangan sektor hilir petrokimia berskala global di Indonesia.

Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan, pabrik nafta cracker tersebut nantinya dapat menjadi substitusi impor sehingga berpotensi menghemat devisa negara hingga 2,4 miliar dolar AS per tahun.

“Kami mengapresiasi penandatanganan investasi ini. Kerja sama yang saat ini dilakukan merupakan komitmen kita bersama dalam upaya mengurangi impor,” ujar Rini di Jakarta kemarin.

BACA JUGA:

Ini Daftar Transaksi Bisnis Senilai Rp200 Triliun di IMF-WB 2018

Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 Hasilkan Kesepakatan Bisnis Rp200 T 

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menambahkan, melalui pembangunan pabrik petrokimia tersebut, Pertamina akan melakukan revamping kilang lama serta membangun petrokimia secara terintegrasi. Lokasi untuk membangun pabrik ini masih dikaji antara Tuban atau Balongan.

Kerja sama ini, kata dia, dilakukan guna meningkatkan nilai tambah dari produk-produk turunan yang dihasilkan kilang Pertamina. “Kerja sama ini menjadi momentum untuk memperkuat bisnis petro kimia Pertamina,” kata Nicke.

Proyek ini diharapkan mulai beroperasi pada 2026 dengan skema joint venture antara Pertamina, CPC Taiwan, dan beberapa mitra hilir potensial lainnya.

Pabrik nafta crackerd iharapkan akan memproduksi paling sedikit 1 juta ton ethylene per tahun dan membangun unit hilir yang akan memproduksi produk turunan kilang lainnya untuk memenuhi kebutuhan industri di Indonesia. (Nanang Wijayanto)


Editor : Rahmat Fiansyah