Infrastruktur Listrik Tenaga Surya Butuh Dukungan Pemerintah

Ranto Rajagukguk ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 13:09 WIB
Infrastruktur Listrik Tenaga Surya Butuh Dukungan Pemerintah

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Salah satu kendala dalam memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) adalah pembiayaan. Untuk itu, diperlukan regulasi dan dukungan dari lembaga keuangan dalam membangun infrastruktur seperti pada energi listrik tenaga surya.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa meminta pemerintah mencari solusi mengenai pendanaan untuk panel surya atap (rooftop). Ini karena investasi panel surya membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Menurut Fabby, seharusnya pemerintah bisa menggandeng lembaga keuangan untuk memberikan pinjaman kepada konsumen yang ingin memasang panel surya di atap. "Saat ini ada 37 juta pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Jawa Bali. Dari jumlah tersebut 13 persen atau 4,8 juta yang tertarik memakai panel surya atap," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/10/2018).

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM Harris menyatakan, pemerintah tengah menyiapkan regulasi agar panel surya diminati perbankan. Aturan ini akan mengatur mengenai siapa yang dapat memasang panel surya atap, izin operasi, dan aturan ekspor-impor, dan harga ekspornya.

"Adapun, yang boleh memasang adalah konsumen PLN rumah tangga, industri, sosial, pemerintahan, dan sektor bisnis. Kami juga nanti rumuskan skema pembiayaannya seperti apa," ujarnya.

Direktur Utama PT ATW Sejahtera, Paulus Adi Wahono mengemukakan, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi tenaga surya, perusahaan turut berperan aktif dan memikirkan jalan keluar atas pembiayaan panel surya atap (rooftop), dengan meluncurkan anak perusahaan terbaru, yaitu PT ATW Investasi Hijau.

"Perusahaan ini bergerak di bidang leasing/Solar PV yang akan dilauncing dalam waktu dekat yang akan mengatasi masalah pembiayaan untuk pembelian panel surya atap," katanya.

Dia mengungkapkan ada tiga keuntungan menggunakan panel surya. Pertama adalah penghematan listrik. Sistem panel surya dapat mengurangi tagihan listrik dengan mengggunakan cahaya matahari sebagai tambahan sumber energi. Kedua, kepastian harga listrik. "Dengan panel surya, kita tidak perlu khauatir dengan tren harga listrik yang meningkat dengan adanya produksi listrik milik sendiri dari cahaya matahari," ujarnya.

"Ketiga, energi terbarukan. Kita turut serta dalam kampanye go green, membantu menjaga kelestarian lingkungan di atap rumah sendiri dengan menggunakan sumber energi yang terbarukan dan tanpa polusi,” kata Paulus.


Editor : Ranto Rajagukguk